Prabowo: Dunia Kian Bergolak, Indonesia Harus Bersatu dan Bertindak Realistis

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 05:40 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics. (setneg.go.id)
Presiden RI, Prabowo Subianto meminta kampus-kampus di Indonesia membuka studi baru bernama Serakahnomics. (setneg.go.id)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya persatuan nasional dan sikap realistis dalam menghadapi dinamika global yang semakin rumit. Hal itu disampaikannya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Rabu (6/8/2025).

Prabowo mengungkapkan bahwa sejak pemerintahan dimulai pada 20 Oktober 2024, situasi geopolitik dan geoekonomi dunia terus memburuk. Eskalasi konflik di berbagai belahan dunia tidak hanya berdampak pada stabilitas global, tapi juga membawa tantangan tersendiri bagi Indonesia.

“Kita memulai pemerintahan ini dalam kondisi yang relatif lebih tenang. Sekarang, dunia menghadapi perang di berbagai tempat, dengan korban sipil berjatuhan secara tragis,” ucap Prabowo.

Ia merinci konflik yang masih berkecamuk, mulai dari perang di Ukraina, ketegangan berkepanjangan di Timur Tengah seperti Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah, hingga konflik antarnegara seperti Israel-Iran dan India-Pakistan. Bahkan di kawasan ASEAN, Prabowo mencermati krisis politik di Myanmar serta potensi konflik antara Kamboja dan Thailand.

“Ribuan perempuan dan anak-anak tak berdosa menjadi korban. Dunia menyaksikan ini semua, dan kita harus menyikapinya dengan kepala dingin,” tegasnya.

Dalam konteks geoekonomi, Prabowo juga menyoroti dampak ketidakpastian akibat kebijakan tarif perdagangan dari Amerika Serikat. Ia menilai bahwa tantangan ini bisa dihadapi secara efektif karena soliditas dan koordinasi antar kementerian serta lembaga ekonomi nasional.

“Saya berterima kasih kepada seluruh tim ekonomi pemerintah. Mulai dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Investasi, hingga Menteri Luar Negeri yang menjalankan perannya masing-masing dengan sangat baik. Semua bekerja sebagai satu tim,” ungkap Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa pendekatan diplomasi yang tenang, tidak emosional, serta mengedepankan dialog dan negosiasi adalah strategi utama pemerintah dalam menjaga kepentingan nasional di tengah situasi global yang tak menentu.

“Kita tidak terpancing, kita paham bahwa yang kita perjuangkan adalah sesuatu yang besar: melindungi rakyat Indonesia, terutama para pekerja dan keluarganya. Dan saat ini, kita sudah sampai pada hasil terbaik yang bisa kita capai,” tutupnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X