Pertamina Kumpulkan 275 Liter Jelantah dan Siapkan Kolaborasi Kelola Sampah Plastik di Semarang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 1 Juli 2025 | 16:46 WIB
Minyak jelantah
Minyak jelantah


8


Semarang, SUARA PEMBARUAN — PT Pertamina terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah berkelanjutan.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 275,42 liter minyak jelantah telah berhasil dikumpulkan dari masyarakat melalui program penukaran jelantah menjadi poin digital di platform Pertamina. Program ini berhasil mencatat 48 transaksi dengan melibatkan 548 partisipan dari berbagai daerah.

Dari total jelantah yang terkumpul tersebut, nilai ekonomis yang berhasil dimonetisasi mencapai Rp1,6 juta, yang dikonversikan menjadi poin atau saldo digital dalam bentuk wallet pengguna.

Pihak Pertamina menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi, meski saat ini titik penukaran masih terbatas.

“Melihat animonya yang cukup bagus, kami menyadari titik-titik pengumpulan jelantah masih perlu ditambah. Ke depan, kami berencana memperluas titik pengumpulan, tidak hanya di SPBU-SPBU yang sudah ada, tetapi juga di lokasi-lokasi program Pertamina lainnya,” ujar Area Manager Commrel Pertamina Patra Niaga RJBT Taufiq Kurniawan, Selasa (1/7/2025).


Saat ini, data pengguna dengan kontribusi tertinggi masih dalam tahap rekapitulasi dan akan diumumkan terpisah setelah seluruh data transaksi global dikompilasi.

Sementara itu, dari sisi pengiriman, pengumpulan jelantah masih terbilang kecil. Namun, secara bertahap, pengiriman kolektif dari beberapa wilayah seperti Jakarta, Surabaya, dan lainnya akan dipusatkan ke Cilacap. Di sana, jelantah akan diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai bagian dari inisiatif energi terbarukan Pertamina bekerja sama dengan mitra pelaksana Noovoleum.

Tak hanya fokus pada pengumpulan jelantah, Pertamina juga mulai merintis program pengelolaan sampah plastik, khususnya di Kota Semarang. Rencananya, Pertamina akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk mendukung pemanfaatan plastik yang selama ini belum terkelola dengan maksimal.

“Kami memilih Kota Semarang sebagai pilot project karena memang memiliki permasalahan signifikan terkait limbah plastik. Program ini akan dikolaborasikan dengan bank sampah di tingkat kelurahan. Harapannya, sampah plastik yang dikumpulkan dari masyarakat melalui SPBU dapat langsung dimanfaatkan dan dikelola oleh bank sampah terdekat,” ungkap narasumber Pertamina.

Ke depan, SPBU tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar, tetapi juga sebagai collection point untuk limbah rumah tangga seperti jelantah dan plastik.

Dengan langkah ini, Pertamina berharap bisa menjadi bagian dari solusi lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X