Palang Merah dan Lingkungan Hidup Budayakan Tanam Pohon

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Jumat, 8 Desember 2023 | 08:39 WIB

Ketua PMI, Jusuf Kalla  dan Menteri KLHK RI, Siti Nurbaya buat nota kesepahaman di Kantor KLHK, Jakarta, Jumat, (8/12/2023). (dok PMI).

Jakarta.suarapembaruan.news - Isu climate change atau perubahan iklim sudah masuk dalam ranah bencana alam, sehingga kampanye perubahan iklim dan dampaknya saat ini menjadi salah satu tugas dari Palang Merah Indonesia (PMI).

"PMI itu bergerak setiap ada bencana, jika tidak ada bencana alam, PMI selalu latihan melakukan pengembangan diri dan penguatan kapasitas," kata Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla  (JK) dalam sambutannya saat acara penandatanganan kerja sama PMI dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) dalam program Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Layanan Kepalangmerahan.

Sinergitas PMI dan KLHK  dilakukan melalui nota kesepahaman yang ditandatangani Ketua PMI, Jusuf Kalla (JK) dan Menteri KLHK Republik Indonesia, Siti Nurbaya di Kantor KLHK, Jakarta, Jumat, 8 Desember 2023.

JK menambahkan, perubahan iklim sudah menjadi hal yang sangat serius. Pasalnya, kerusakan lingkungan saat ini dampaknya semakin terasa di mana-mana. Olehnya itu, JK mengajak KLHK untuk menggaungkan kembali penanaman pohon secara massal. Penanaman pohon harus kembali jadi budaya Indonesia.

"Cara yang bisa dilakukan adalah menjadikan menanam pohon itu sebagai budaya. Seperti orang-orang tua kita dahulu setiap nikah, khitanan, kelahiran anak dan acara apapun itu selalu ditandai dengan menanam satu pohon," kata Wakil Presiden ke 10 dan 12 tersebut.

Menggaungkan tanam pohon sebagai budaya juga akan membuat masyarakat akan marah ketika pohon-pohon yang ditanam itu ditebang oleh siapapun. Pasalnya setiap pohon yang ditanam itu akan menghidupkan swasembada masyarakat sehingga rasa memiliki dan tanggung jawab dari masyarakat lokal akan sangat tinggi.

Selain itu, pohon-pohon yang ditanam harus memberi manfaat kepada masyarakat. "Misalnya pohon mangga, durian atau lainnya tentu masyarakat akan marah kalau ada yang merusak karena memiliki nilai ekonomis terhadap masyarakat, ujarnya.

Ajarkan Generasi

Selain itu, semua pihak juga harus mulai mengajarkan kepada generasi muda tentang pentingnya menanam pohon sebagai upaya menyelamatkan lingkungan. Ia menyebutkan agar anak-anak mulai diajarkan kembali untuk membuat bibit.

"Hal ini bisa dilakukan dengan melibatkan pemerintah di tingkat daerah, dinas-dinas kehutanan serta para pencinta lingkungan di seluruh daerah," paparnya.

Dengan demikian, JK meyakini penyadaran secara massif serta menjadikan penanaman pohon sebagai budaya akan menjadi titik awal untuk menyelamatkan lingkungan. Ia mencontohkan program yang pernah digagas di era pemerintah Megawati Soekarno Putri, tentang Gerakan Nasional Rehabilitasi Lahan (Gerhan).

Terkait dengan kesepahaman PMI dan KLHK, JK menegaskan PMI memiliki 400 ribu anggota yang siap mewujudukan program tersebut. JK mengungkapkan untuk tahap awal, ia akan menginstruksikan setiap relawan untuk bertanggungjawab menanam 10 pohon.

-


"Tahun ini mungkin 10 pohon setiap relawan. Tahun depan kita tingkatkan 20 pohon setiap relawan biar lebih cepat. 400 ribu relawan itu nantinya akan bertanggungjawab terhadap pohon-pohon yang mereka tanam," pungkasnya.(SP.news/MK Said)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X