Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Industri parfum lokal menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan wewangian sebagai bagian dari ekspresi diri, bukan sekadar pelengkap penampilan. Menangkap peluang itu, Maestro Parfum memperkuat ekspansi dengan menghadirkan konsep gerai baru yang mengutamakan pengalaman eksplorasi aroma bagi konsumen. Memasuki tahun ke-19 perjalanannya, perusahaan menegaskan kembali kampanye "Semua Berhak Wangi" yang menjadi landasan untuk membuka akses terhadap parfum berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan dalam memilih aroma.
Momentum ini ditandai dengan grand opening empat Store Evolution di Yogyakarta, yang berlokasi di MP2 Seturan, MP26 Seturan, MP27 Gejayan, dan MP3 Jalan Magelang. Keempat gerai dengan konsep baru tersebut merupakan bagian dari strategi Maestro Parfum untuk mengembangkan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif dan personal melalui konsep "Scent Exploration for Everyone". Pelanggan tidak sekadar membeli parfum, tetapi juga diberikan kesempatan mencoba berbagai aroma, membandingkan karakter wewangian, memahami kelompok aroma, hingga mendapat rekomendasi berdasarkan karakter dan kebutuhan masing-masing. Pengalaman itu dirancang lewat perpaduan interior bergaya Classic European Parfum Bar, Fragrance Wheel, ratusan tester, serta pendampingan dari Scent Advisor, sehingga konsumen tidak lagi bingung menentukan parfum yang sesuai.
Maestro Parfum saat ini menyediakan lebih dari 500 DNA aroma yang terbagi dalam 14 scent family, memberi pelanggan banyak pilihan untuk menemukan karakter aroma yang disukai. Produk yang ditawarkan menggunakan konsentrasi Extrait de Parfum dengan ketahanan diklaim mencapai hingga 24 jam, serta dilengkapi jaminan garansi produk. Menurut Fajri Agustian, Scent Advisor Maestro Parfum, pilihan aroma yang tersedia memungkinkan pelanggan menyesuaikan wewangian dengan karakter dan kebutuhan masing-masing, dengan aroma manis seperti seri Arcade, Tridu, dan Scandalous yang konsisten menjadi primadona.
Kampanye "Semua Berhak Wangi" tidak hanya diwujudkan melalui banyaknya pilihan produk, tetapi juga harga yang lebih terjangkau, menghilangkan kesan bahwa parfum berkualitas hanya untuk kalangan tertentu. Dengan pendekatan ini, mahasiswa hingga masyarakat umum dapat bereksplorasi tanpa terbebani harga atau istilah-istilah yang dianggap eksklusif. E Cahaya Lintang, PR Maestro Parfum, menambahkan bahwa pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama, melalui layanan konsultasi untuk membantu menemukan wewangian yang sesuai dengan kepribadian dan aktivitas, serta garansi aroma yang dapat dimanfaatkan jika pelanggan merasa kurang sesuai. Strategi ini menjadi upaya membangun hubungan jangka panjang, tidak berhenti setelah transaksi, tetapi berlanjut melalui pelayanan pasca-pembelian.
Dari sisi produk, inovasi terus digalakkan dengan menghadirkan koleksi seperti Remastered Collection dan Aurascent DNA Viral, dengan tingkat kemiripan aroma diklaim mencapai 96 persen terhadap DNA inspirasi untuk produk tertentu. Pengembangan Original Collection seperti Scentsation, Matcha, Zodiac, dan Summer dilakukan secara berkala. Bertepatan dengan grand opening empat Store Evolution, Maestro Parfum memperkenalkan Olympus Scent Series, koleksi parfum original terbaru yang terinspirasi dari karakter dewa-dewi dan diterjemahkan ke dalam interpretasi aroma. Inovasi dilakukan rutin, dengan aroma baru hadir setiap minggu, sementara koleksi original dikembangkan dalam rentang tiga hingga empat bulan, memberi alasan bagi konsumen untuk kembali bereksplorasi.
Konsep eksplorasi ini dikaitkan dengan gagasan "Wangi 5.0", di mana parfum tidak lagi dipandang sebagai satu aroma khas yang digunakan setiap hari, melainkan dapat dipilih sesuai suasana hati, kesempatan, gaya berpakaian, aktivitas, atau karakter yang ingin ditampilkan pada momen tertentu. Perubahan perilaku konsumen ini menjadi peluang bagi industri, dan Maestro Parfum menyeimbangkan banyaknya pilihan dengan edukasi melalui Scent Advisor yang membantu konsumen memahami preferensi wanginya sendiri.
Yogyakarta tetap menjadi basis penting karena karakter kota sebagai daerah pendidikan dan pariwisata dengan masyarakat beragam, termasuk tingginya jumlah mahasiswa dan pendatang yang membuat kebutuhan terhadap produk gaya hidup, termasuk parfum, memiliki potensi pasar besar. Dari Yogyakarta, Maestro Parfum secara bertahap memperluas jaringan ke sejumlah kota seperti Jakarta, Semarang, dan Magelang, dengan target memperkuat posisi brand lokal di tengah persaingan industri fragrance yang dinamis. Perusahaan juga berencana membangun pusat pelatihan yang diharapkan menjadi rujukan bagi perkembangan industri parfum lokal, sekaligus mendukung peningkatan pengetahuan aroma dan pengembangan sumber daya manusia.
Perayaan 19 tahun Maestro Parfum dimeriahkan melalui program "The Season of Scent", yang mencakup peluncuran Olympus Scent Series serta aktivitas promosi seperti Midnight Sale dan Spin to Win sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan selama dua bulan mendatang. Melalui pembaruan konsep gerai, pengembangan produk, layanan konsultasi, garansi aroma, dan lebih dari 500 DNA aroma, Maestro Parfum berupaya membangun pengalaman baru bagi masyarakat dalam menikmati parfum. Perjalanan hampir dua dekade menjadi modal untuk beradaptasi dengan perubahan selera konsumen, dan kampanye "Semua Berhak Wangi" menjadi pesan utama untuk memperluas pasar, menempatkan wewangian bukan sekadar produk konsumsi, melainkan bagian dari rasa percaya diri dan identitas. Dengan "Scent Exploration for Everyone", Maestro Parfum berharap masyarakat lebih bebas mengenal dunia fragrance tanpa terhambat harga, keterbatasan pilihan, atau anggapan eksklusif, dimulai dari Yogyakarta untuk terus memperluas pengalaman aroma ke lebih banyak masyarakat Indonesia.