kuliner

Nikmati Hidangan Tradisional Muna di Lapak Pak Man

Jumat, 19 April 2024 | 09:48 WIB
Menikmati makanan khas Kabupaten Muna. (SP.news/M Kiblat Said)

Muna-Suarapembaruan.news. Berkunjung ke Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) tak sulit untuk mendapatkan menu makanan khas Muna (Wuna). Di pusat kota kabupaten yang dulu dikenal sebagai penghasil kayu jati itu terdapat kawasan kuliner khas daerah setempat, disebut lapak ikan bakar dan makanan tradisional. Letaknya di kawasan pantai Kelurahan Raha 1, Kecamatan Katobu.

Lapak tersebut mulai bermunculan sejak 2017, digagas oleh Laode Rusman Emba, Bupati Muna ketika itu. Dia menyulap lokasi bekas pantai yang direklamasi dengan bangunan mirip barak dan memberi kesempatan warga untuk menjadikannya sebagai tempat usaha berjualan ikan bakar dan kuliner khas Wuna.

Salah seorang yang memanfaatkan kesempatan itu adalah Laode Muhammad Sukman yang akrab disapa Pak Man. Lelaki 44 tahun itu banting setir dari karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Kota Raha dan membuka usaha mandiri.

Pak Man bersama istrinya, Sabaria merintis usaha lapak ikan bakar yang dilengkapi aneka makanan tradisional Wuna. Di lapak miliknya tersedia ikan laut segar dan cumi yang belum tersentuh es pengawet, konsumen tinggal memilih dari dalam kotak gabus (styrofoam). Satu kotak itu berisi sekitar 100 ekor ikan berbagai jenis.

Ikan diolah di tempat lalu dipanggang dan diberi bumbu sesuai selera konsumen, ada ikan bakar bumbu parape, bumbu rica, ikan masak kapinda, dilengkapi sambal, ada sambal terasa, dabu-dabu, sambal tumis.

Pak Man menyiapkan nasi beras lokal, ada juga pengganti karbohidrat lainnya, diantaranya kabuto (ubi kayu kering yang dikukus), kapusu (rebusan jagung tua yang diolah pakai kapur), waho (pipilan jagung muda rebus), hogo-hogo (irisan ubi kayu kering yang dikukus), lappa-lappa (lepat dari beras merah lokal), katumbu (jagung muda yang ditumbuk dan dikukus memakai kulit jagung).

Aneka sayuran pun tersedia, ada katembe, sayur bening kelor campur terong dan irisan bakal buah jagung yang tak jadi (pasele), sayur bunga pepaya tumis, kaowey (terong bulat dimasak santan memakai kelapa goreng), tumis kangkung.

Mereka yang pernah menikmati hidangan di tempat Pak Man, dipastikan akan kembali ke situ lagi, selain menu masakannya yang enak, harganya murah. Bayangkan, makan berempat dengan menu dua ekor ikan bakar rica plus cumi, nasi, lepat, sayur tumis bunga pepaya, katembe dan kaowey cukup merogoh kocek Rp 200 ribuan. Pelayanannya pun ramah dan sangat menyenangkan. Pantas saja jika kita hendak makan di lapak itu, selalu ada yang mengarahkan untuk mengunjungi lapak Pak Man.

Pak Man tak sendiri mengadu nasib di lapak itu, ada sekitar 10 lapak, semua menjual ikan bakar dan makanan tradisional. Kawasan lapak itu pun tak pernah sepi dari gepulan asap pembakaran, dari kejauhan menyebarkan aroma ikan bakar.

Diantara lapak-lapak tersebut, lapak Pak Man selalu ramai pengunjung, diantaranya warga Muna yang sedang mudik dan rindu dengan masakan tradisional. Pak Man mengaku bisa menghabiskan sampai dua kotak gabus ikan per hari pada saat banyak pengunjung.

"Alhamdulillah setiap selesai lebaran lapak di sini selalu padat pengunjung, jika hari biasa saya kadang hanya menghabiskan satu kotak gabus ikan, itu pun biasa tersisa, namun beberapa hari terakhir bisa mencapai dua kotak gabus," kata Pak Man.

Stok ikan segar itu dibelinya dari pasar Laino, hasil tangkapan nelayan di pesisir daerah Tampo, wilayah utara Muna.

Menurutnya, bisnis kuliner yang dijalaninya lebih lima tahun itu memiliki omzet lumayan, jika sedang ramai seperti saat ini bisa meraup Rp 4 juta perhari. Pada hari-hari-hari biasa, sekitar Rp 2 juta per hari. Mereka hanya dibebani biaya retribusi Rp 180 ribu per bulan, hitung-hitung sudah termasuk sewa lapak.

Ayah 5 anak itu merasa sangat bersyukur dengan usahanya, selain bisa menutupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, juga bisa membiayai pendidikan anak-anak, yang tertua, kata pak Man tak lama lagi menyelesaikan pendidikan di Apotekes Kendari.
"Syukurlah, saya bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai pendidikan anak-anak" ujarnya. (SP.news/M Kiblat Said)

Terkini

Durian Kawuk Raja Tandingi Rasa Musang King

Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:25 WIB

Semarak BGCC 2025 di MP Makassar

Minggu, 3 Agustus 2025 | 12:56 WIB