FESTIVAL tahunan yang mulai diluncurkan tahun 2015 oleh Yayasan Mudra Swari Saraswati, Ubud Food Festival (UFF) kembali akan digelar mulai tanggal 31 Mei hingga 2 Juni 2024 mendatang. Festival kuliner yang paling ditunggu-tunggu di Bali ini, akan mengusung tema Take it to the Streets, sebuah cara untuk penjelajahan cita rasa kuliner kaki lima di Indonesia dan sekitarnya, yang menyuguhkan kisah tradisi, inovasi dan kebahagiaan yang menggugah selera.
Para pecinta kuliner akan dimanjakan dengan kelezatan kuliner kaki lima dan berkesempatan bertemu dengan tokoh kuliner terbaik di Asia.
Ubud Food Festival, sesungguhnya dirancang dengan tujuan mempromosikan kekayaan tradisi kuliner Indonesia di panggung global. Acara ini merayakan kuliner terbaik yang ditawarkan Indonesia dan keragaman kuliner nusantara, membantu generasi muda Indonesia meningkatkan kemampuan melalui lokakarya dan demo masak serta memberi peluang kerjasama yang potensial.
Pendiri dan Direktur Festival Janet DeNeefe, dalam keterangan tertulisnya menyebutkan kalau festival ini juga mencakup diskusi penting mengenai isu-isu global seperti lingkungan, kuliner keberlanjutan, dan sistem pangan. “Kami sangat senang mengundang pengunjung lokal dan internasional untuk merasakan kekayaan kuliner Indonesia dalam sajian jajanan kaki lima mulai dari yang paling tradisional hingga dengan kuliner kreasi baru selama 3 hari penuh. Seperti mencicipi kenikmatan bakso, martabak yang begitu menggoda, kuliner legendaris Babi Guling hingga mengunyah cemilan vegan tanpa rasa bersalah. Kami akan memastikan Anda tidak akan kelaparan”.
Selain jajanan kaki lima yang lezat, tahun ini para pecinta kuliner juga dapat memilih berbagai Special Event yang telah terkurasi atau hadir di baris terdepan pada program Masterclass, di mana Anda bisa menerima ilmu dan pengetahuan langsung dari para pakar kuliner.
Ada juga sesi demo masak di panggung Teater Kuliner. Sesi ini memungkinkan pengunjung melihat secara langsung proses memasak hingga penyajian hidangan ikonik yang akan disuguhkan oleh para chef ternama, dan Food For Thought, juga dihadirkan sebuah sesi diskusi yang menarik untuk menggali wawasan serta tentu saja akan memberi peluang bagi konsumen dan produsen untuk saling berbagi cerita, membangun jaringan hingga mengupayakan industri kuliner yang dinamis dan berkelanjutan.
“Festival tahun ini akan menjadi perayaan kuliner kaki lima dan kekayaan gastronomi. Nantikan program luar biasa yang akan menyoroti keagungan lanskap kuliner Indonesia,” tambah Janet DeNeefe.
Tentu saja festival ini juga bisa menjadi ruang bagi pemilik usaha dan brand kuliner untuk mempromosikan produk kepada para pecinta kuliner dan pengunjung yang hadir serta mengasosiasikan diri dengan koki papan atas, pemilik restoran, akademisi, dan pengusaha kuliner. (*)