Dari sisi nutrisi, papeda — olahan sagu khas Maluku Utara — memiliki keunggulan tersendiri dibanding nasi. Berdasarkan data yang dibagikan oleh peneliti gizi dari Sido Muncul, papeda memiliki indeks glikemik sedang (59–69) dengan kadar karbohidrat sekitar 14,9 gram per 100 gram, jauh lebih rendah dibanding nasi putih.
Papeda juga mengandung serat lebih tinggi (0,5 gram/100 g) dan hampir tanpa lemak, menjadikannya pilihan sehat bagi penderita diabetes atau mereka yang menjaga berat badan.
“Papeda itu makanan yang sangat berserat, kolerinya rendah, dan bisa membantu menurunkan gula darah. Kalau makan papeda, biasanya badan terasa lebih ringan,” ujar Irwan menyebut penelitian tentang kandungan gizi papeda.
Sebagai inovasi, Hotel Tentrem juga memperkenalkan varian baru “Papeda Goreng” atau “Pareng”, olahan modern yang teksturnya menyerupai cireng dan diharapkan menarik minat generasi muda.
Lebih jauh, Gubernur Sherly mengungkapkan bahwa Pemprov Maluku Utara tengah menyiapkan iklan layanan masyarakat bertema pariwisata dan kuliner Maluku Utara, yang akan diluncurkan pada Februari 2026.
“Kami akan membuat iklan khusus tentang Ternate dan Halmahera, menampilkan kuliner, pakaian, dan kebudayaan lokal. Ini bentuk promosi pariwisata tanpa melanggar aturan karena sifatnya nonkomersial,” jelasnya.
Sherly berharap, melalui upaya lintas sektor ini, Maluku Utara dapat semakin dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga lewat cita rasa khas dari dapur kepulauan rempah.*