kesehatan

Dokter Alumni LPDP Minta Maaf usai Komentar soal Pasien BPJS Viral, Etika Nakes Jadi Sorotan

Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:39 WIB
Menyoroti viralnya kasus komentar seorang dokter bernama dr Elda Putri Rahardini yang dinilai tak etis saat menanggapi keluhan pasien BPJS. (Instagram.com/@fakta.indo)

 

 

- Polemik komentar sejumlah tenaga kesehatan terhadap keluhan pasien penerima BPJS Kesehatan terus bergulir di media sosial. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah dr Elda Putri Rahardini, yang akhirnya menyampaikan permintaan maaf setelah komentarnya dinilai merendahkan pasien.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads milik Yurizal Tri Chaerawan yang mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap. Unggahan tersebut kemudian menjadi viral setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia, sehingga berbagai komentar dari akun yang diduga milik tenaga kesehatan kembali disorot warganet.

Salah satu komentar yang menuai kritik berasal dari akun Threads @erudarahaadini yang diketahui milik dr Elda Putri Rahardini. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan kapasitas berpikir pemilik akun menggunakan kalimat berbahasa Inggris.

"(Foto profil)-nya seperti orang have (punya) tetapi aslinya haven't (tidak punya) kah? Haven't some brain cells (tidak punya otak)," tulisnya dalam unggahan yang kemudian tersebar luas di media sosial.

Komentar tersebut memicu kecaman karena dinilai tidak mencerminkan empati maupun etika komunikasi seorang tenaga kesehatan terhadap pasien.

Di tengah polemik itu, publik juga menyoroti rekam jejak dr Elda sebagai penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, ia juga diketahui pernah meraih penghargaan Best Systematic Review pada ajang The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) 2025.

Informasi tersebut kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah akun media sosial membagikan tangkapan layar komentar beberapa tenaga kesehatan yang merespons keluhan pasien BPJS.

Sebagian warganet menilai statusnya sebagai dokter sekaligus penerima beasiswa negara seharusnya menjadi teladan dalam menjaga etika komunikasi, terutama saat berinteraksi di ruang publik.

Menanggapi kritik yang berkembang, dr Elda akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui pernyataan tertulis.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum, teman-teman, dan masyarakat luas," tulis dr Elda, Rabu (5/8/2026).

Ia mengakui komentarnya tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi dalam profesi kedokteran.

"Sebagai dokter dan tenaga kesehatan, saya seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, baik sebagai individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP," ujarnya.

Polemik ini memicu diskusi luas mengenai pentingnya etika bermedia sosial bagi tenaga kesehatan. Sejumlah kalangan menilai kompetensi medis perlu diimbangi dengan empati dan komunikasi yang menghormati martabat pasien, baik di ruang pelayanan kesehatan maupun di platform digital.

Tags

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB