BPOM Tegaskan Kuku Bima Energi Aman, Masyarakat Diminta Tak Percaya Hoaks

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 10 Juni 2026 | 09:33 WIB
Kepala Badan POM Prof Taruna Ikrar.
Kepala Badan POM Prof Taruna Ikrar.

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN – Maraknya informasi di media sosial yang mempertanyakan keamanan minuman energi mendapat tanggapan langsung dari Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar.

Ia menegaskan bahwa seluruh produk minuman energi yang telah mengantongi izin edar BPOM, termasuk Kuku Bima Energi, aman dikonsumsi masyarakat selama digunakan sesuai petunjuk dan batas konsumsi yang dianjurkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Taruna saat meresmikan Laboratorium Farmakologi milik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di kawasan pabrik perusahaan di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/6).


Menurut Taruna, setiap produk yang memperoleh nomor izin edar BPOM wajib melewati serangkaian evaluasi yang ketat dan berlapis. Penilaian dilakukan terhadap aspek keamanan, mutu, kualitas, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku sebelum produk dapat dipasarkan kepada masyarakat.

“Jika suatu produk sudah memiliki nomor izin edar BPOM, artinya telah melalui proses penilaian keamanan dan kualitas yang ketat,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi produk yang telah terdaftar secara resmi, selama penggunaannya mengikuti aturan yang tercantum pada kemasan. BPOM juga terus melakukan pengawasan terhadap berbagai produk pangan dan minuman yang beredar guna memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga.

Kepala Badan BPOM Taruna Ikrar meresmikan Laboratorium Farmakologi Sido Muncul di Semarang untuk memperkuat riset jamu berbasis bukti ilmiah. (SP/Stefy Thenu)

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menegaskan bahwa seluruh produk yang diproduksi perusahaan, termasuk Kuku Bima Energi, telah melewati berbagai tahapan pengujian sebelum mendapatkan izin edar dari BPOM.

Ia menjelaskan, pengujian yang dilakukan mencakup aspek keamanan, mutu, hingga efektivitas produk sesuai standar yang ditetapkan regulator.

“Semua produk kami, termasuk Kuku Bima Energi, telah melalui uji keamanan dan memperoleh izin edar BPOM. Secara regulasi, produk tersebut aman,” kata Irwan.

Meski demikian, Irwan mengakui perkembangan media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi industri. Menurutnya, informasi yang belum tentu didukung fakta ilmiah sering kali lebih cepat menyebar dan dipercaya masyarakat dibanding hasil penelitian yang telah melalui proses ilmiah.

Ia menyebut berbagai produk Sido Muncul telah menjalani uji toksisitas, uji khasiat, dan sejumlah pengujian lainnya sebelum dipasarkan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar publik mampu membedakan informasi berbasis penelitian dengan opini atau spekulasi yang beredar di ruang digital.

Sementara itu, BPOM kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi produk.

Taruna menilai langkah sederhana tersebut merupakan cara paling efektif untuk memastikan keamanan produk sekaligus menghindari risiko dari penggunaan produk ilegal atau yang tidak memenuhi ketentuan.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X