Jakarta.suarapembaruan.news- Gempa bumi yang terjadi di Maroko dianggap gempa bumi yang paling mematikan di negara itu dalam lebih dari enam dekade. Gempa berkekuatan 6.8 SR selain mengakibatkan korban lebih 2.000 jiwa juga mengakibatkan rusaknya bangunan bersejarah pada negara yang pernah menjadi pusat peradaban islam beberapa abad silam.
Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang kini memimp[in Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat dan ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, menyampaikan duka cita yang mendalam untuk korban gempa Maroko yang terjadi Jumat, (8/9/2023) dan menelan korban jiwa yang sangat banyak.
"Kita semuanya turut berduka cita atas korban gempa yang terjadi di Maroko dan kita doakan para korban meninggal agar diterima ibadahnya oleh Allah SWT" ujar Jusuf Kalla (JK) di Masjid Salman Kampus ITB, Minggu (10/9/2023).
Maroko Pernah Bantu Aceh
Selain menyampaikan duka yang mendalam, JK menyerukan agar rakyat Indonesia memberikan bantuan kepada para korban gempa. Apalagi kata JK, Maroko merupakan salah satu negara yang paling awal membantu saat Nangroe Aceh Darussalam saat dilanda mega tsunami 2004 silam.
"Selain berduka kita juga harus membantu Maroko, apalagi Maroko adalah salah satu negara yang paling awal membantu kita dulu saat Aceh dilanda Tsunami" ungkapnya.
Korban jiwa akibat gempa Maroko yang terjadi Jumat, (8/9/2023) terus bertambah. Data terbaru menyebutkan korban tewas akibat bencana alam itu telah menembus angka lebih 2 ribu jiwa.
Kementerian Dalam Negeri Maroko mencatat pada Minggu pagi ini (10/9/2023), korban tewas 2.012 orang dan 2.059 orang terluka, termasuk 1.404 orang dalam kondisi kritis.
Survei Geologi AS mengatakan, gempa tersebut berkekuatan 6,8 Skala Richter dengan pusat gempa sekitar 72 km (45 mil) barat daya Marrakesh.
Upaya petugas dibantu warga terus mencari korban selamat dan yang terkubur di reruntuhan bangunan, terutama di rumah-rumah penduduk yang hanya terbuat dari batu bata lumpur yang rawan guncangan. Gempa tersebut merusak bangunan bersejarah di Marrakesh, kota terdekat dengan pusat gempa.
Di desa Amizmiz dekat pusat gempa, petugas penyelamat mengangkat puing-puing dengan tangan kosong dikarenakan batu-batu yang runtuh menghalangi jalan-jalan sempit dan mengganggu akses. Maroko mengumumkan tiga hari berkabung nasional, di mana bendera nasional dikibarkan setengah tiang di seluruh penjuru negeri. Angkatan bersenjata Maroko akan mengerahkan tim penyelamat untuk menyediakan air bersih, makanan, tenda, selimut ke daerah yang terkena dampak. (SP.news/MK Said)