internasional

JK Bertolak ke Afghanistan Penuhi Undangan

Minggu, 2 Juni 2024 | 09:43 WIB
Jusuf Kalla bertolak ke Afganistan, Minggu (2/6/2024) untuk memenuhi undangan. (Ist)



Jakarta-Suarapembaruan.news.Memenuhi undangan Pemerintah Afganistan, Jusuf Kalla, Minggu pagi (2/6/2024) bertolak ke Kabul. Dalam kunjungan itu, JK didampingi sejumlah koleganya seperti Mantan Menkumham Hamid Awaluddin, Sudirman Said dan Husain Abdullah, Juru Bicara JK.

Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, itu sebelum naik ke pesawat menyampaikan bahwa undangan tersebut merupakan bagian dari hubungan personal yang sudah lama terjalin. "Mereka sudah dua-tiga kali ke Indonesia, kita jamu dengan makan bersama. Karena itulah mereka mengundang dan berharap kita datang. Jadi kita sudah memiliki hubungan personal," kata JK

Mediator perdamaian Aceh ini menuturkan, hubungan dengan beberapa tokoh dari negara tersebut sudah terjalin sejak lama, seperti saat Afghanistan baru mau keluar. "Waktu mereka baru mau keluar, pertama ke Indonesia dan kita diskusi banyak dengan mereka termasuk saat proses perdamaian antara mereka, kita juga hadir memberikan saran-saran," tambahnya.

Ketua Umum PMI tersebut tidak menjelaskan secara detail terkait agenda yang akan dibahas dalam kunjungan di Afghanistan. Ia hanya sempat menyebut beberapa hal seperti persoalan pendidikan dan perempuan.

"Agenda nanti kita lihat disana lebih khusus. Kita ingin begaimana sama-sama meningkatkan soal pendidikan dan perempuan, karena itu ada beberapa masalah. Yang lain aman-aman saja," tegas JK

Sementara itu, beberapa pekan sebelumnya kelompok Hamas juga pernah meminta bertemu JK ketika tokoh perdamaian itu berada di Singapura, Minggu (5/5/2024).

Saat itu salah satu Pimpinan Hamas mengontak Profesor Hamid Awaludin (mantan Menkumham RI) untuk bisa diatur bertemu dan berdiskusi dengan Pak JK, pada Minggu 5 Mei 2024 di tempat yang telah ditentukan.

Menurur Hamid, pertemuan berlangsung tertutup di sebuah wilayah di luar kota Kuala Lumpur pada Minggu malam. Diskusi dengan pihak Hamas tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 jam.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, pertemuan itu sempat membicarakan upaya untuk mengakhiri konflik kekerasan antara Palestina dan Israel.
Pihak-pihak yang bertikai selama ini meminta JK, Wakil Presiden ke-10 dan 12 itu untuk bisa mengambil peran dalam memediasi perdamaian.

Hamas berharap JK dapat terlibat memediasi kedua belah pihak agar mengakhiri kekerasan yang terjadi. (SP.news/MK Said).

Terkini