Beberapa tokoh konservatif bahkan menyatakan kekhawatiran bahwa langkah ini justru akan menarik AS kembali ke konflik panjang di Timur Tengah, sesuatu yang dulu diklaim Trump ingin hindari.
Baca Juga: Dinas PUPR Bengkulu Segara Lakukan Perbaikan 22 Ruas Jalan Provinsi
Situasi Masih Sangat Dinamis
Dengan kondisi seperti ini, para analis keamanan memperingatkan bahwa situasi bisa berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih besar jika tidak ada langkah penenangan segera. Amerika Serikat telah mengaktifkan status siaga tinggi untuk seluruh instalasi militernya di kawasan, sementara Iran mengklaim siap “melindungi tanah air dengan segala cara.”
Dunia kini menanti: apakah ini akan menjadi awal dari babak baru konflik di Timur Tengah, atau diplomasi masih bisa menjadi jembatan penyelamat?