Selain istri, Sandy meninggalkan tiga anak yang masih kecil, yakni Cia (6), Cio (3), dan Kenzo (2). Ade menyampaikan keinginannya agar pelaku diberi hukuman setimpal.
“Hukumannya saya maunya nyawa dibayar nyawa karena dia sudah mengambil ayah dari anak-anak saya,” tegas Ade.
“Biar dia juga tahu rasanya kehilangan. Dia punya anak tiga, saya juga punya anak tiga, dan anak-anak saya masih kecil.”
Hubungan Profesional dengan Terduga Pelaku
Ade mengungkapkan bahwa pelaku diduga memiliki hubungan profesional dengan Sandy di masa lalu.
Terduga pelaku disebut pernah menjadi kru sinetron Tukang Bubur Naik Haji dan bekerja di proyek yang sama dengan Sandy di Mak Lampir.Baca Juga: Mentan dan Kapolri Serius Diskusi Swasembada Jagung
“Pelaku itu dulunya kru di Tukang Bubur Naik Haji. Kalau tidak salah dia juga pernah jadi kru di Mak Lampir,” ujar Ade.
Menurut Ade, pelaku dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dan pendiam, hingga dijuluki "Limbad" oleh warga sekitar karena sifatnya yang tertutup.
Keterangan Polisi
Hasil penyelidikan awal yang dilakukan Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa Sandy Permana, aktor yang dikenal lewat perannya di serial Mak Lampir, sempat bertemu seseorang sebelum akhirnya ditemukan tewas.Baca Juga: JK Bertolak ke London Hadiri Retret Pemikiran untuk Minoritas Muslim di Seluruh Dunia
Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah danau yang terletak di kawasan perumahan Cibarusah Jaya pada Minggu, 12 Januari 2025 pagi.
Lokasi pertemuan ini kini menjadi fokus utama penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab kematian Sandy, yang berusia 45 tahun.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan bahwa Sandy pergi ke danau sekitar pukul 07.00 WIB menggunakan motor listrik.Baca Juga: Petani Kulonprogo Menjerit Harga Gabah di Bawah HPP, Berharap Bulog Segera Bertindak
"Sekitar pukul 07.00 WIB, korban mengendarai motor listrik menuju danau untuk menemui seseorang," ujar Ade Ary dalam keterangan persnya di Jakarta pada Senin, 13 Januari 2025.
Namun, tak lama setelah pertemuan tersebut, Sandy terlihat mendatangi rumah seorang saksi berinisial FM dalam keadaan penuh luka dan berlumuran darah.