Bekasi, SUARA PEMBARUAN - Kasus dugaan penipuan yang menyeret wedding organizer Marwah Catering Service di Bekasi terus menjadi sorotan publik. Setelah viralnya kisah pengantin yang gagal menggelar resepsi, kini puluhan korban lain mulai bermunculan dan mengaku mengalami nasib serupa.
Sejumlah calon pengantin bahkan mendatangi gudang milik WO Marwah untuk mencari kejelasan terkait nasib acara pernikahan mereka.
Melalui unggahan akun Threads @a.cheerfulgirl, para korban mengaku mendatangi lokasi gudang milik WO tersebut bersama aparat kepolisian.
“Tadi kita sudah samperin gudangnya Marwah Service, cuma ada ibu si owner dan anak kecil usia 2 tahun yang ditinggal,” tulis akun tersebut pada Minggu, 24 Mei 2026.
Dalam foto yang dibagikan, tampak sejumlah korban dan polisi berada di depan gudang yang berisi perlengkapan pesta pernikahan, mulai dari pakaian pengantin hingga peralatan katering.
Korban juga mengaku telah mendatangi rumah pemilik usaha dan kantor WO Marwah. Namun lokasi disebut sudah kosong sejak dua bulan terakhir.
Dugaan kerugian para korban pun fantastis. Akun Threads @maharcb menyebut jumlah calon pengantin yang menjadi korban mencapai lebih dari 30 pasangan dengan total kerugian ditaksir menyentuh Rp1,9 miliar.
“Kami sementara sudah lebih dari 30 calon pengantin dengan perkiraan kerugian Rp1,9 miliar,” tulis akun tersebut.
Tak hanya kehilangan uang, para korban juga mengaku kecewa karena laporan yang mereka ajukan ke polisi disebut belum diterima.
Menurut pengakuan korban, laporan ditolak dengan alasan sebagian pasangan belum melewati tanggal pernikahan sehingga dianggap belum menjadi korban secara resmi.
“Katanya belum kejadian karena tanggal nikahnya belum lewat. Padahal bukti transfer, kwitansi, MoU semua lengkap dan owner sudah kabur,” tulis korban lainnya.
Keluhan serupa juga disampaikan akun Threads @kynizaa yang ikut mendatangi kantor polisi bersama korban lain.
“Kami datang ke polisi tapi laporan ditolak karena dianggap belum jadi korban, padahal owner sudah menghilang,” ungkapnya.