Jayapura, SUARAPEMBARUAN - Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengumumkan bahwa pasukannya kembali melakukan operasi di Yahukimo dan menembak mati 8 orang pendulang emas.
Menurut laporan yang diterima Markas Pusat Komnas TPNPB, Rabu (20/5/2026), Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue pimpinan Mayor Dejang Heluka melancarkan “operasi pembersihan” selama empat hari, yaitu 17 hingga 20 Mei 2026.
Operasi ini disebut sebagai aksi balasan. Mayor Dejang Heluka menyatakan pasukannya tetap siaga satu di lokasi dan tidak akan mundur hingga jenazah korban diambil.“Kami masih siaga satu sampai dengan mayat yang kami taruh untuk Prabowo ini datang ambil,” ujarnya.
Mayor Kopitua Heluka menegaskan akan terus melakukan operasi balasan. “Apalagi TNI/Polri tembak pasukan kami, jadi kami akan balas itu ujung rambut sampai ujung kuku,” katanya.
Kelompok TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan akan melanjutkan operasi hingga seluruh Papua.Insiden terbaru ini mengulangi pola serupa dengan aksi mereka pada April 2025, di mana TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga mengklaim mengeksekusi 11 pendulang emas pada 6–8 April 2025 di wilayah yang sama.
Dalam kedua kejadian tersebut, TPNPB tetap menyebut korban sebagai anggota TNI atau agen intelijen yang menyamar sebagai pendulang emas.*