Jayapura, Suarapembaruan – Tim Opsnal Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua sukses membongkar aktivitas peredaran narkotika jenis sabu di area Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Operasi ini dilakukan pada Senin (5/1/2026) sore dan berhasil mengamankan dua tersangka pria berinisial DSB (30 tahun) dan BS (39 tahun).
Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol. Alfian, S.I.K., M.Si., pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat tentang maraknya transaksi narkoba di wilayah tersebut. Tim yang dipimpin Ipda Djoni Tandiola, S.H., segera melakukan penyelidikan mendalam.
"Pada sekitar pukul 17.00 WIT, kami berhasil menangkap tersangka DSB di depan Kantor Dinas Kesehatan Jayapura di Kotaraja. Tersangka menggunakan modus 'tempel', yaitu menyembunyikan sabu di tempat tertentu untuk diambil oleh pembeli," jelas Kombes Pol. Alfian.
Dari lokasi penangkapan pertama, petugas menemukan dua paket sabu yang disembunyikan di bawah batu serta di dalam botol plastik bekas di area taman kantor tersebut.
DSB, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sate, mengaku memperoleh suplai sabu dari BS. Tak lama kemudian, tim langsung menangkap BS di Jalan Abepura-Sentani.
Penggeledahan lanjutan di tempat tinggal BS di Kos Arjuna, belakang Apotek Bunda Kotaraja, membuahkan hasil dengan ditemukannya 15 paket sabu tambahan yang sudah siap diedarkan.
Total barang bukti yang berhasil disita mencakup 17 paket sabu dengan berat bruto 10,5661 gram, satu timbangan digital, alat hisap (bong), plastik klip kosong, peralatan pengemasan, uang tunai Rp500.000 yang diduga dari hasil penjualan, serta dua ponsel yang digunakan untuk koordinasi dengan pembeli.
Kedua tersangka kini ditahan di Markas Direktorat Narkoba Polda Papua untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.
Polda Papua menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan. Polisi mengharapkan sinergi yang lebih kuat dari warga untuk mewujudkan wilayah Papua yang bebas dari ancaman narkoba.