Sedangkan untuk pentas di Kota Solo dan Semarang, dijadwalkan digelar 28 Oktober 2024 di Hotel Alila Solo, dan 5 November di Hotel PO Mal Paragon Semarang.
“Untuk Solo dan Semarang, kita targetkan masing-masing 2.100 penonton. Itu pun biasanya pasti lebih dari target yang ditentukan,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemprov Jateng Gandeng UEA Kembangkan Pelabuhan Tanjung Emas
Dalam acara yang digelar untuk kalangan sendiri itu, Janti mengatakan, panitia menyediakan 5 kategori tiket, yakni Silver Rp100 ribu, Gold Rp250 ribu, Platinum Rp500 ribu, Diamond Rp1 juta, dan Ultima Rp2 juta.
“Seluruh dana hasil penjualan tiket digunakan untuk karya sosial dan kerasulan Keuskupan Agung Semarang,” ujar Janti.
Baca Juga: 6.734 Pelamar Berebut 265 Posisi CPNS Pemprov Jateng
Pada Opera Jenaka Romo 1, kata dia, dananya digunakan untuk mendukung operasional Seminari Tahun Orientasi Rohani (TOR) Sanjaya, Jangli, Semarang.
Untuk dana hasil Opera Jenaka Romo 2, digunakan untuk mendukung operasional 3 seminari, yakni Seminari TOR Sanjaya, Seminari Menengah Mertoyudan dan Seminari Tinggi Kentungan.
“Sedangkan pada Opera Jenaka Romo 3 digunakan untuk mendukung karya-karya sosial dan kerasulan KAS,” tegasnya.
Baca Juga: 6.734 Pelamar Berebut 265 Posisi CPNS Pemprov Jateng
Janti menjelaskan, jika pada Opera Jenaka Romo 1 hanya melibatkan 10 orang romo, dan 15 orang romo pada Operasi Jenaka Romo 2, pada Opera Jenaka Romo 3 akan melibatkan romo lebih banyak, yakni 23 orang romo.
Menurut Janti, sutradara dan skenario Opera Jenaka Romo 1 dan 2 dipegang langsung oleh seniman Djaduk Ferianto, namun pada Opera Jenaka Romo 3, digantikan oleh dirinya.
Baca Juga: Pemda DIY Ajak Tenant Teras Malioboro Perluas Jaringan Bisnis
“Saya banyak belajar dari almarhum mas Djaduk saat pentas 2 sekuel sebelumnya. Jadi, pada pentas kali ini, saya yang pegang langsung skenario dan sutradaranya,” tambahnya.
Mengapa mengambil lakon “Semar Ngarep Pensiun” dalam sekuel 3 ini? Menurut Janti, hal itu terkait adanya keprihatinan minimnya Orang Muda Katolik (OMK) yang terpanggil untuk menjadi imam, khususnya Imam Projo.
Artikel Terkait
Papua: Baku Tembak Terjadi Saat Menjemput Jenasah Suster Gabriella
Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko: Buktikan dengan Iman Harapan dan Kasih
Pentas Ketoprak di Dusun Mojo, Merawat Eksistensi Kesenian Rakyat Agar Tidak Tergilas Zaman
Opera Jenaka Romo 3, Aksi Kocak Para Romo Siap (kembali) Mengguncang Umat! Romo Buset: Mugo-mugo Barokah...