Galeri juga dilengkapi replika kursi santai Oei Tiong Ham. Kursi yang terletak di pinggir jendela besar, biasa dipakai konglomerat pertama Asia Tenggara di masa Hindia Belanda itu untuk bersantai di sore hari, sembari melihat pemandangan sekitar dari balik jendela rumahnya.
Baca Juga: Petugas Panwaslu yang Hilang di Timika Ditemukan Setelah Pencarian Intensif
Ditengah modernitas, saat kantor-kantor instansi pemerintah dan swasta berlomba-lomba menempati hunian yang mentereng dan kekinian, Kantor OJK Jateng justru mengambil pilihan lain, menjadi antitesa, dengan menghuni bangunan kuno dan bersejarah.
Baca Juga: Ramadhan Bulan Latihan Untuk ‘Berpuasa’ Sepanjang Tahun
Meskipun demikian, aktivitas para staf di dalam ruangan gedung kuno itu, tetap diset-up mengikuti selera kekinian, yang moderen sekaligus cozy.
Baca Juga: 15 Pasang Finalis Bersaing Rebut Gelar Putera Puteri Maritim Bengkulu 2024
“Gedung kuno saja kita jaga dan lestarikan, apalagi masyarakat, pasti kita jaga dan layani dengan sepenuh hati,’’ ungkap Sumarjono, menyebut kata kunci pelayanan OJK Jateng dibawah kepemimpinannya. *