Cuaca Ekstrem, Nelayan Tradisional Kota Bengkulu Dilanda Paceklik

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 18 Desember 2024 | 08:32 WIB
Sejumlah nelayan lagi asik ngobrol di Pantai Bengkulu.Mereka tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem masih melanda daerah ini.(Foto-Ist)
Sejumlah nelayan lagi asik ngobrol di Pantai Bengkulu.Mereka tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem masih melanda daerah ini.(Foto-Ist)

“Kasihan kawan-kawan sudah satu bulan ini tidak mencari ikan ke laut karena badai. Sedangkaan persiapan di rumah sudah habis, sehingga mereka terpaksa mencari pekerjaan lain, seperti jadi kulih bangunan, cari limbah batubara dan pekerjaan lainnya untuk menyambung hidup keluarga selama badai masih belum redah,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada perhatian dari pemda dan dinsos setempat, Ardiansya dan nelayan lainnya mengaku sampai kini belum ada. “Sejauh ini belum aada perhitian pemda untuk nelayan kecil di Kota Bengkulu. Padahal mereka saat ini sangat membutuhkan bantuan pemda berupa sembako selama tidak bisa melaut,” ujarnya.

Ia mengaku pernah mendatangi BPBD Kota Bengkulu agar membantu sembako untuk nelayan selama nelayan tidak melaut akibat cuaca buruk. Namun jawaban dari pihak BPBD bukan bencana, sehingga pihak BPBD setempat tidak bisa menyalurkan bantuan kepada nelayan.

Padahal, kata Ardiansyah stok sembako di BPBD seperti beras sampai berkutu, mie sampai kadaluwarsa apa salahnya diberikan pada nelayan. Karena badai ekstrem merupakan bencana sosial dan harus ada empati pemerintah.

Untuk itu, dia mengharapkan Pemkot Bengkulu dan BPBD daerah ini bersimpatik pada nelayan tradisional dengan memberikan bantuan sembako, sehingga selama tidak bisa melaut karena cuaca buruk mereka tidak kesulitan mengatasi kebutuhan pangan keluarganya.(SP/Usmin)

 

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X