Pemerintah Perlu Terapkan Tanam, Petik, Olah dan Jual di Industri Sawit

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Kamis, 10 Oktober 2024 | 20:14 WIB
JK saat peluncuran buku "Hilirisasi Sawit, Cegah Middle Income Trap," mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin. (Ist)
JK saat peluncuran buku "Hilirisasi Sawit, Cegah Middle Income Trap," mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin. (Ist)

 

Jakarta – SUARA PEMBARUAN.  Industri kelapa sawit dalam negeri memiliki prospek yang sangat besar, sayang jika pengelolaannya tidak maksimal dan lebih banyak menguntungkan pihak luar.

Industri sawit memiliki kelebihan yang spesial dibanding industri-industri lainnya yang dimiliki Indonesia, diperlukan proses tanam, petik, olah, dan jual.

"Untuk maju kita harus tanam, petik, olah, dan jual. Empat langkah ini harus berjalan, jangan tiga poin saja, tanam petik lalu jual. Harus ada olah juga," jelas Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla atau JK.

Hal tersebut diungkapkan JK dalam sambutannya saat Peluncuran Buku "Hilirisasi Sawit, Cegah Middle Income Trap" mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin. "Industri sawit memiliki kekebalan dibandingkan dengan sektor lain, seperti tekstil, manufaktur hingga otomotif," kata JK di Jakarta, Rabu, 9 oktober 2024.

Untungnya, lanjut JK, Indonesia menjadi negara produsen sawit terbesar di dunia. Sehingga menjadi peluang besar bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan di pasar internasional.

"Industri sawit memiliki pasar tersendiri, baik dari domestik maupun internasional. Tentu ini peluang besar bagi Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar di dunia," kata JK lagi.

JK menyebutkan salah satu keberuntungan lainnya bagi Indonesia lantaran sawit tidak bisa tumbuh di China. "Kalau bisa tumbuh di situ, habis juga kita akibat (persaingan) industri," tambah JK.

Dengan demikian, JK mendorong agar Indonesia menangkap peluang tersebut dan berupaya meningkatkan nilai tambah dari produk industri sawit dalam negeri. Ia menyebut empat hal yang bisa mendorong kekuatan agro industri itu lebih kuat dan meningkatkan penerimaan negara lebih baik seperti program yang pernah diterapkan Prof Achmad Amiruddin saat menjadi Gubernur Sulsel.

"Yang sekarang populer dengan hilirisasi. Itu sama saja," imbuh JK seraya berharap agar pemerintah betul-betul memperhatikan potensi besar dari industri sawit dalam negeri. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X