Semarang, SUARA PEMBARUAN – Firman Setiyaji, anak muda warga Tuntang, Kabupaten Semarang berhasil menyulap gulma eceng gondok menjadi karya yang bernilai guna tinggi.
Eceng gondok menjadi gulma yang merusak danau Rawa Pening selama puluhan tahun dan merugikan nelayan setempat.
”Sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik, permukaan Rawa Pening jadi lebih bersih dari gulma daun eceng gondok. Masyarakat sudah mulai sadar dan peduli untuk mengambil eceng gondok yang memenuhi danau, bahkan disulap jadi karya,” ujar Firman.
Baca Juga: Enam Penghargaan Diboyong Gowa di Harganas Sulsel
Sejak tahun 2019, Firman tergerak untuk mendirikan usaha kerakyatan berbasis masyarakat yang diberi nama Bengok Craft untuk menjadi wadah pengolahan eceng gondok menjadi aneka kerajinan.
Dia menjelaskan, Bengok Craft dilatarbelakangi 3 hal, yakni meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, menjadi pengembangan sosial melalui pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan lingkungan untuk melestarikan Rawa Pening dengan meminimalisir pertumbuhan eceng gondok.
Setelah 5 tahun berjalan, Bengok Craft mengalami naik turun dan telah melewati berbagai fase dalam pengembagan usahanya.
Baca Juga: Ini Cara Jateng Agar Transportasi Massal Terintegrasi di 35 Kabupaten/Kota
”Tahun pertama Bengok Craft fokus pada peningkatan kapasitas produksi dengan melakukan penjaringan untuk keikutsertaan pengrajin dengan melakukan sosialisasi dan mengajak warga sekitar untuk turut berkontribusi,” ungkapnya.
Dari Bengok Craft, Firman sudah mempekerjakan 20 pegawai yang berasal di sekitar Rawa Pening, mayoritas merupakan lansia dan ibu-ibu.
Firman bercerita tentang proses pembuatan kreasi kerajinan berbahan eceng gondok. Ada berbagai teknik, di antaranya teknik anyaman dengan model kubu dan palet, serta teknik kepang.
”Berbagai teknik itu kita kombinasikan menjadi berbagai produk Bengok Craft, seperti tas, sandal, gelang, keset, keranjang, topi, dan sebagainya” terangnya.
Baca Juga: Terapkan Perekonomian Syariah, Jateng Tumbuh Positif
Untuk semakin memperkuat usahanya, Firman mendaftarkan diri menjadi peserta pelatihan Pertamina Usaha Mikro Kecil (UMK) Academy di tahun 2024. Dirinya menjadi salah satu peserta yang terpilih dari klaster Regional Jawa Bagian Tengah.
Artikel Terkait
Bicara di WWF Bali 2024, Pj Gubernur Jateng Sampaikan Pengelolaan Danau Rawa Pening Yang Berkelanjutan
Rangkul Aktivis Mahasiswa, Pertamina Patra Niaga Ajak DEM dan BEM Semarang Raya Dukung QR Code Pertalite
Atasi Keadaan Darurat di SPBU, Pertamina Patra Niaga JBT Perkuat Keterampilan Operator
Komisaris Pertamina Patra Niaga, Cek Langsung Unit Operasi dan Lembaga Penyalur di Makassar
BI dan Pelaku UMKM di Bengkulu Gelar Talkshow Perluas Pasar Produk Unggulan Daerah
Pertamina Gunakan Artificial Intelligent Mempercepat Verifikasi QR Code