Selisih harga tersebut yang dinantikan para warga. Salah satunya, Ratna, mengungkapkan kepada Media Center bahwa ia berbelanja kebutuhan pokok ke pasar murah setelah mendapat informasi dari tetangga.
Baca Juga: Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Pemprov Jateng Terima Dua Penghargaan Bapanas Award
"Yang seperti ini yang kami tunggu. Di pasar kan harganya lebih tinggi dari ini, tempatnya juga jauh. Kalau ada pasar murah, bisa jalan kaki dari rumah, harganya pun beda dengan di pasar," terang ibu paruh baya tersebut.
Pasar murah ini terselenggara berkat kerja sama dengan Bank Indonesia, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, Biro Perekonomian, Dinas Peternakan, Satgas Pangan, Polisi Resort Kota Bengkulu, dan Satpol PP Provinsi Bengkulu.
Sesuai namanya, pasar murah ini terintegrasi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan vaksin rabies. Ada pula penyaluran bantuan dari Baznas Provinsi Bengkulu dengan jumlah total Rp 5 juta untuk 20 kaum dhuafa. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Rohidin.(*)
Artikel Terkait
18.567 Keluarga di Jateng Terima Bantuan Intervensi Kerawanan Pangan
Wujudkan Ketahanan Pangan Butuh Keterlibatan Anak Muda
Serius Awasi Mutu Pangan di Pasar Tradisional, Jateng Sabet Penghargaan dari Bapanas RI
Wujudkan Penumpu Pangan Nasional, Pemprov Jateng Percepat Program Pompanisasi
Raperda RPJPD Jateng 2025-2045 Disetujui, Sekda Optimis Wujudkan Jateng Penumpu Pangan dan Industri Nasional