Yogyakarta, suarapembaruan.news - Salah satu program strategis ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif adalah pengembangan kemandirian ekonomi pesantren dan saat ini telah dilaksanakan secara nasional.
Kepala Bank Indonesia DIY Ibrahim saat Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) DIY yang dilaksanakan pada tanggal 4 -5 Juni 2024 di Grand Rohan Hotel Yogyakarta menyatakan, BI DIY mengapresiasi kinerja model bisnis HEBITREN dan Pesantren di DIY yang sudah berjalan dan berharap kedepan agar termotivasi untuk terus tumbuh dan berkembang serta profesional dalam pengembangan bisnisnya.
Dalam agenda tahunan yang dihadiri Ketua Bidang Organisasi, Kemitraan SDM dan Digitalisasi Teknologi Informasi HEBITREN Pusat Dr KH Syofiullah Muzamil, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Yuna Pancawati, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Drs. H. Masmin Afif, pengawas OJK DIY Banuaji, Dewan Pembina HEBITREN DIY KH. A. Kharis Masduki dan Dr. KH. Habib Abdus Syakur, serta KH. Muhammad Khoeron, Ketua HEBITREN DIY tersebut, BI DIY memberikan bantuan berupa Hibah Kendaraan untuk mendukung kegiatan usaha HEBITREN. Selain acara Muskerwil, dilaksanakan pula capacity building peningkatan kapasitas SDM pesantren untuk mendukung ekosistem bisnis pertanian dan sosialisasi terkait pelaporan usaha pesantren.
Sementara, Kepala Kemenag DIY, Drs H. Masmin Afif berharap ekonomi pesantren semakin baik dan semakin mandiri secara ekonomi yang sejalan dengan salah satu program prioritas Kementerian Agama RI yakni kemandirian pesantren.
Kemenag DIY juga memberikan apresiasi kepada BI DIY yang telah secara intens mendampingi pesantren. Senada dengan Masmin Afif, Dr KH Syofiullah Muzamil berharap Muskerwil tersebut mampu mendorong kegiatan usaha pesantren dan menjadi lebih produktif serta mampu melahirkan implementasi garis-garis besar haluan wilayah HEBITREN.
Dikatakan KH Muhammad Khoeron, Bank Indonesia juga telah turut memfasilitasi, mendampingi serta terus memberdayakan ekonomi pesantren di DIY, sehingga bisa menopang kehidupan ekonomi pesantren. (*)
Artikel Terkait
BI DIY Siaga QRIS Palsu
Restorasi Gedung Karya Arsitek Thomas Karsten, Ini Cara BI Jateng Lestarikan Bangunan Cagar Budaya di Kota Lama Semarang
BI DIY Siapkan Penukaran Uang “Kecil” untuk Lebaran Rp 5,5 Triliun