ekonomi-bisnis

Terjang Ombak Demi Nasabah, Mantri BRI Ini Rutin Sambangi Tiga Pulau Terpencil di Banggai Kepulauan

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:58 WIB
Mantri BRI Eka Fitriyani menembus lautan demi melayani nasabah di tiga pulau terpencil, memastikan akses keuangan tetap terjaga.

Banggai Kepulauan, SUARA PEMBARUAN – Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, akses terhadap layanan perbankan masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Kondisi inilah yang dijalani setiap hari oleh Eka Fitriyani Wulandari, Mantri BRI Unit Salakan, BRI Branch Office Luwuk, yang secara rutin mengarungi lautan untuk melayani warga di Pulau Bungin, Bakalan, dan Bulungkobit, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Perempuan berusia 34 tahun tersebut menjadikan perjalanan laut sebagai bagian dari rutinitas pekerjaannya. Menggunakan kapal maupun perahu dengan fasilitas sederhana, Eka memastikan masyarakat di pulau-pulau terpencil tetap memperoleh akses terhadap berbagai layanan perbankan dan pembiayaan.

Eka bergabung dengan BRI sejak 2014. Setelah mengawali karier sebagai teller dan customer service, pada 2018 ia dipercaya mengemban tugas sebagai mantri. Baginya, posisi tersebut memberikan kesempatan lebih besar untuk hadir langsung di tengah masyarakat dan memahami kebutuhan mereka.

"Menjadi mantri membuat saya lebih dekat dengan masyarakat. Saya dapat bertemu langsung dengan nasabah, mendengar kebutuhan mereka, sekaligus membantu mencari solusi yang sesuai," ujarnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Eka tidak hanya menawarkan layanan pembiayaan. Ia juga aktif mengunjungi nasabah, mendampingi Agen BRILink, memberikan edukasi pengelolaan usaha, hingga berdiskusi bersama kelompok-kelompok usaha di desa.

Mayoritas masyarakat yang ia layani bekerja sebagai nelayan, petani kelapa, maupun pelaku usaha sembako. Melalui pendampingan tersebut, Eka berupaya membantu mereka memperoleh akses permodalan sekaligus meningkatkan literasi keuangan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang.

Perjalanan menuju ketiga pulau itu bukan tanpa risiko. Kondisi cuaca yang berubah-ubah serta sarana transportasi laut yang terbatas menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap kali melakukan kunjungan.

"Saya harus naik kapal dan perahu dengan fasilitas seadanya. Setiap perjalanan membutuhkan kesiapan mental. Namun melihat antusiasme masyarakat membuat semua perjuangan terasa sepadan," katanya.

Selain menghadapi medan perjalanan, Eka juga harus beradaptasi dengan keterbatasan infrastruktur di wilayah kepulauan. Akses listrik yang belum stabil kerap menjadi kendala dalam menjaga komunikasi dengan nasabah. Di sisi lain, waktu kunjungan yang terbatas membuat setiap pertemuan harus dimanfaatkan secara maksimal agar seluruh kebutuhan layanan dapat terpenuhi.

Di balik dedikasinya sebagai mantri, Eka juga menjalankan peran sebagai seorang ibu. Ia mengakui tidak jarang harus berjauhan dengan anaknya yang masih berusia tiga tahun demi menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan di lapangan.

Meski demikian, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kita harus percaya pada kemampuan diri sendiri. Terus belajar, mengembangkan potensi, dan yang paling penting bekerja dengan hati. Dengan begitu, tantangan seberat apa pun akan terasa lebih ringan," tuturnya.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, memberikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan Eka. Menurutnya, semangat para mantri yang tetap hadir melayani masyarakat hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil menjadi wujud nyata komitmen BRI dalam memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Ia menilai pengabdian Eka mencerminkan peran strategis Mantri BRI sebagai ujung tombak pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah kepulauan yang memiliki tantangan akses dan infrastruktur. Melalui pelayanan yang konsisten, masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat terhubung dengan layanan keuangan formal sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Tags

Terkini