ekonomi-bisnis

PNM Sabet Predikat Perusahaan Paling Tepercaya, Pendapatan Nasabah Mekaar Ikut Melonjak

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:08 WIB
PNM dinobatkan sebagai perusahaan paling tepercaya. Survei menunjukkan pendapatan nasabah Mekaar naik hingga Rp875 ribu per bulan.

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik kembali menuai apresiasi. Perusahaan pembiayaan yang fokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera ini berhasil meraih penghargaan Indonesia Most Trusted Companies dalam ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2025 yang digelar SWA Media di Jakarta.

Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi PNM dalam mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di seluruh jenjang organisasi, mulai dari jajaran direksi, manajemen, unit kerja hingga lebih dari 43 ribu Account Officer (AO) yang mendampingi nasabah Mekaar di 58 kantor cabang yang tersebar di 36 provinsi.

Kepercayaan publik terhadap PNM juga tercermin dari hasil survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025. Survei tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan nasabah Mekaar, di mana rata-rata pendapatan bersih mereka meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan. Dengan kata lain, setiap nasabah memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp875 ribu setiap bulan.

Tak hanya itu, kemampuan nasabah dalam mengembangkan usaha juga meningkat hampir 29 persen. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa program pemberdayaan yang dijalankan PNM tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan bagi jutaan perempuan pelaku usaha ultra mikro.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa tata kelola perusahaan bukan sekadar memenuhi regulasi, melainkan menjadi landasan utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Menurutnya, setiap insan PNM memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi para nasabah. Pelayanan yang berkualitas, kata dia, harus dimulai dari budaya kerja yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Budaya kepatuhan tersebut diwujudkan melalui berbagai mekanisme pengawasan yang diterapkan secara menyeluruh. Salah satunya adalah penerapan Whistleblowing System (WBS) sebagai sarana pelaporan dugaan pelanggaran maupun tindak kecurangan, sekaligus menjamin perlindungan terhadap identitas pelapor.

Di tingkat operasional, nilai-nilai integritas juga terus ditanamkan kepada seluruh Account Officer yang berinteraksi langsung dengan kelompok nasabah Mekaar. Dalam setiap pertemuan kelompok, para AO menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah secara jujur, menyalurkan pembiayaan sesuai ketentuan, tidak menyalahgunakan dana nasabah, serta tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun.

PNM juga membekali para pendamping lapangan dengan modal intelektual agar mampu memberikan edukasi dan pendampingan usaha secara optimal kepada seluruh nasabah. Pendekatan ini menjadikan tata kelola perusahaan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang diterapkan dari tingkat pusat hingga pelayanan di lapangan.

Saat ini PNM telah melayani sekitar 23,3 juta perempuan prasejahtera melalui program Mekaar. Besarnya cakupan layanan tersebut dinilai harus diimbangi dengan komitmen menjaga integritas di seluruh lini organisasi agar kepercayaan masyarakat tetap terpelihara.

Bagi PNM, predikat sebagai salah satu perusahaan paling tepercaya di Indonesia bukanlah tujuan akhir. Penghargaan tersebut justru menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan, proses bisnis, hingga pelayanan yang diberikan kepada jutaan nasabah harus senantiasa dilandasi transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab, sehingga manfaat pemberdayaan ekonomi dapat terus dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Tags

Terkini