Dari sisi perkembangan harga, BI mencatat inflasi Bengkulu pada Mei 2026 sebesar 0,86 persen yang terutama dipengaruhi kenaikan harga kelompok pangan bergejolak (volatile food), khususnya cabai.
Namun, berdasarkan pemantauan awal pada Juni 2026, sejumlah komoditas pangan mulai mengalami penurunan harga sehingga tekanan inflasi diperkirakan lebih terkendali. "Perkembangan harga pada awal Juni menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Kami memperkirakan inflasi bulan ini akan lebih rendah dibandingkan Mei," kata Wahyu.
Ia menambahkan pihaknya masih menunggu data resmi dari Badan Pusat Statistik untuk memastikan angka inflasi Juni 2026 secara keseluruhan. Selain diskusi ekonomi bersama insan media, kegiatan BBM yang diselenggarakan BI Bengkulu juga dirangkaikan dengan olahraga bersama berupa pertandingan padel sebagai upaya mempererat sinergi antara Bank Indonesia dan media dalam mendukung penyebaran informasi ekonomi yang akurat kepada masyarakat.