ekonomi-bisnis

Inovasi Energi Bersih: PGN Injeksi Biomethane ke Jaringan Gas Bumi di Sumsel

Kamis, 6 November 2025 | 12:19 WIB
PGN bangun titik injeksi Biomethane di Pagardewa, Sumsel, manfaatkan limbah sawit jadi energi bersih untuk dukung transisi energi nasional.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membangun injection point atau titik injeksi biomethane di Pagardewa, Sumatera Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari proyek strategis pengembangan energi terbarukan berbasis limbah sawit yang digarap PGN untuk memperkuat transisi energi nasional.

Titik injeksi Pagardewa berfungsi sebagai tempat “penyuntikan” biomethane ke jaringan gas bumi, sehingga energi terbarukan tersebut dapat digunakan layaknya gas alam konvensional. Nantinya, biomethane dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, industri, hingga transportasi darat, sesuai jangkauan jaringan gas yang sudah beroperasi.

Fasilitas injection point Pagardewa dilengkapi dengan Pressure Reducing System (PRS) yang juga bisa digunakan untuk pasokan lain seperti coalbed methane (CBM) dan stranded gas. PGN menargetkan suplai biomethane sekitar 1,2 BBTUD melalui titik injeksi ini.

“Proyek biomethane ini akan memperluas portofolio PGN di sektor energi hijau, mendukung dekarbonisasi, sekaligus membuka peluang pendapatan baru. PGN ingin berperan aktif dalam transisi energi dan target ESG perusahaan,” ungkap Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, Kamis (6/11/2025).

PGN memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) sebagai bahan baku biogas yang kemudian diolah menjadi biomethane dan dikompresi menjadi renewable natural gas. Setelah diinjeksikan ke jaringan gas, biomethane dapat menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan namun tetap memiliki karakteristik mirip gas bumi.

Indonesia memiliki potensi besar dalam produksi biomethane karena banyaknya pabrik kelapa sawit, khususnya di Sumatera. Proyek ini bukan hanya menghasilkan energi hijau, tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 234 ribu ton CO₂e per tahun, melalui konversi bahan bakar dan penangkapan metana dari limbah POME.

“Pulau Sumatera punya banyak pabrik pengolahan sawit, dan PGN sudah memiliki jaringan gas bumi yang kuat di sana seperti Pipa Transmisi SSWJ dan Stasiun Kompresor Pagardewa. Ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan biomethane sebagai energi masa depan yang bersih dan berkelanjutan,” tambah Arief.

PGN menegaskan komitmennya dalam proyek ini untuk mendorong diversifikasi energi nasional, memperkuat pasokan gas domestik, dan mendukung target bauran energi hijau pemerintah. Biomethane diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam perjalanan Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.*

Tags

Terkini