RSUP Dr. Kariadi Semarang Hemat Hingga Rp3 Miliar per Tahun Berkat Pasokan Gas Bumi PGN

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 4 September 2025 | 11:42 WIB
Prosesi pengaliran gas oleh Area Head PGN Semarang, Sugianto Eko Cahyono, bersama Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, M.Kes.
Prosesi pengaliran gas oleh Area Head PGN Semarang, Sugianto Eko Cahyono, bersama Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, M.Kes.

Semarang, SUARA PEMBARUAN – PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Subholding Gas Pertamina, resmi menyalurkan gas bumi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi Semarang.

Penyaluran perdana (gas in) yang dilakukan Rabu, 3 September 2025, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi, layanan, dan keamanan operasional rumah sakit terbesar di Jawa Tengah tersebut.

Prosesi pengaliran gas dihadiri Area Head PGN Semarang, Sugianto Eko Cahyono, bersama Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, M.Kes. Sugianto menjelaskan, penyaluran gas bumi yang semula dijadwalkan November berhasil dipercepat dua bulan.

“Dengan suplai gas ini, kami berharap efisiensi RSUP Dr. Kariadi semakin meningkat sehingga dapat memperluas ruang pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sugianto, pasokan gas bumi di Jawa Tengah terjamin karena telah terhubung dengan jaringan pipa dari Jawa Timur. Untuk RSUP Dr. Kariadi, kebutuhan bulanan mencapai 30.000–40.000 meter kubik yang dipasok dari Lapangan Kepodang.

Ia menekankan sejumlah keunggulan gas bumi PGN, mulai dari aspek keamanan—lebih ringan dari udara sehingga mengurangi risiko kebakaran saat terjadi kebocoran—hingga ramah lingkungan dengan emisi 30–40% lebih rendah dibanding minyak dan batu bara. Selain itu, harga gas bumi juga lebih kompetitif, memberikan dampak efisiensi lebih besar.

Saat ini PGN telah melayani lebih dari 16 ribu pelanggan rumah tangga, 44 pelanggan industri, serta beberapa rumah sakit besar, termasuk RS Panti Wilasa dan RSUP Dr. Kariadi. Ke depan, PGN menargetkan ekspansi jaringan ke berbagai kawasan industri di Kendal, Batang, Semarang, Demak, Tegal, hingga Pekalongan.

Direktur Utama RSUP Dr. Kariadi, dr. Agus Akhmadi, M.Kes, menegaskan bahwa penggunaan gas bumi membawa dampak signifikan terhadap penghematan biaya operasional rumah sakit.

“Dengan beralih dari solar dan LPG, pengeluaran yang sebelumnya mencapai Rp510 juta per bulan kini berkurang sekitar Rp290 juta. Dalam setahun, efisiensi ini bisa menekan biaya hingga hampir Rp3 miliar yang dapat dialokasikan untuk pengadaan alat medis,” jelasnya.

Gas bumi ini akan digunakan untuk fasilitas vital seperti laundry dan dapur gizi. Dengan kapasitas 1.221 tempat tidur dan kebutuhan penyediaan makanan tiga kali sehari untuk pasien, efisiensi energi membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan layanan kesehatan.

“Kami berterima kasih atas dukungan PGN. Rumah sakit kini bisa beroperasi dengan lebih hemat, aman, dan berkelanjutan,” pungkas Agus.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X