Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian, lembaga, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan menggelar Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 di Gedung Dhanapala, Jakarta.
Acara yang dihadiri lebih dari 1.000 pelajar ini mengusung tema CEMERLANG: Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang, sekaligus menegaskan pentingnya menabung sejak dini demi masa depan yang mandiri sekaligus berkontribusi pada pembangunan negeri.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan generasi muda agar membiasakan menabung untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak sekaligus melatih kemandirian finansial.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara menegaskan bahwa tabungan masyarakat menjadi sumber penting pembiayaan pembangunan. Kepala Eksekutif OJK, Friderica Widyasari Dewi, juga mengingatkan agar pelajar menjauhi pinjaman online ilegal dan budaya konsumtif, serta mengutamakan menabung sebagai bekal masa depan.
Melalui Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar), hingga kini tercatat 88 persen pelajar Indonesia atau 58,32 juta anak sudah memiliki tabungan dengan nilai lebih dari Rp34 triliun.
Selama periode HIM 2025 (1 Juli–10 Agustus), sebanyak 263 ribu rekening pelajar baru dibuka dengan total simpanan Rp338,6 miliar, ditopang oleh lebih dari 4.200 kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.
Dari sisi literasi keuangan, OJK menginisiasi Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2025 sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Program ini meliputi kampanye edukasi, seminar, hingga penghargaan KEJAR Award dan Financial Literacy Award bagi sekolah, pemerintah daerah, industri perbankan, komunitas, hingga duta literasi yang aktif mendukung inklusi keuangan.
Rangkaian ini menegaskan komitmen OJK dan para pemangku kepentingan untuk membentuk ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.