Kendalikan Inflasi Jelang Ramandan, TPID Bengkulu Gelar Pasar Murah Sembako

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Selasa, 18 Februari 2025 | 16:13 WIB
Operasi pasar murah bahan pangan di Bengkulu untuk menjaga kestabilan harga dan cegah kenaikan inflasi di daerah ini.(Foto-Dokumen)
Operasi pasar murah bahan pangan di Bengkulu untuk menjaga kestabilan harga dan cegah kenaikan inflasi di daerah ini.(Foto-Dokumen)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Untuk menekan tingkat inflasi dan menjaga daya beli masyarakat terhadap bahan pangan menjelang bulan Ramanda, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu menggelar pasar murah.

Kegiatan pasar murah ini dibuka secara resmi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Rosjonsyah, bertempat di halaman Gedung Dekranasda Bengkulu, Selasa (18/2/2025).

Pasar murah tersebut menjual berbagai komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, seperti bawang merah, daging ayam potong, cabai, minyak goreng, dan jenis sembako lainnya.

Harga bawang merah dipasar murah dijual Rp 30.000/kg di pasar umum Rp 45.000/kg, daging ayam potong Rp 25.000/kg dipasar umum harganya Rp 28.000/kg dan cabai merah panjang kriting di pasar murah dijual Rp 40.000/kg harga dipasar umum Rp 60.000/kg.

Baca Juga: Telkomsel Salurkan Bantuan Tas Sekolah Hasil Penukaran 1 Juta Telkomsel Poin di Papua dan Berbagai Wilayah Indonesia

Harga minyak goreng dipasar murah dijual dengan selisi harga di pasar tradisional Rp 2.000/kg. Harga migor berbagai merek di Kota Bengkulu saat ini Rp 17.000/liter.


Kendalikan Inflasi

Plt Gubernur Bengkulu Rosjonsyah, mengatakan, program pasar murah ini merupakan langkah strategis dalam pengendalian inflasi, mengingat inflasi Bengkulu saat ini masih berada di atas rata-rata nasional, yakni 1,33 persen.

“Tantangan dalam mengendalikan inflasi masih cukup besar. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar stabilitas makroekonomi Bengkulu tetap terjaga, terutama di tengah proses pemulihan ekonomi,” ujar Rosjonsyah

Sektor makanan, minuman, tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik, serta bahan bakar menjadi penyumbang utama inflasi di Bengkulu. Oleh karena itu, pasar murah diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama pada bulan Ramandan mendatang.

Baca Juga: Progam MBG di Kabupaten Kaur Baru Dilaksanakan di Tiga Sekolah

Sebagai Ketua TPID Bengkulu, Rosjonsyah juga meminta agar produk yang dijual di pasar murah mengutamakan produk lokal unggulan yang memiliki ciri khas daerah. Program ini akan dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Sejak dibuka, pasar murah ini langsung diserbu pembeli, terutama kalangan ibu rumah tangga. Mei, salah seorang warga, mengaku datang ke pasar murah setelah mendapat informasi dari temannya.

 

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X