Kenaikan harga cabai tersebut, katanya disebabkan berkurangnya produksi hasil panen petani akibat cuaca yang kurang mendukung. Hal ini pasokan cabai di Kota Bengkulu mengalami penurunan signifan dari biasanya.
Sementara permintaan cabai dari konsumen di Kota Bengkulu tetap tinggi. Sesuai hukum ekonomi jika stok terbatas permintaan tinggi, maka harga akan melonjak.
Baca Juga: Tim TPID dan Pemkab Benteng Monitoring Stok dan Harga Sembako di Pasar Tabah Penanjung
"Jadi kenaikan harga cabai sekarang ini karena stok terbatas dan permintaan banyak, tapi kalau pasokan sudah normal harga dengan diri akan turun," ujarnya.
Cabai panjang merah keriting yang banyak dijual pedagang di Kota Bengkulu, saat ini berasal dari luar Provinsi Bengkulu, seperti Pulau Jawa, Provinsi Lampung, Jambi dan Padang, Sumbar. Hal ini menyebabkan harga naik karena tingkat pembelian pedagang pengecer ke pedagang besar mengalami kenaikan.
Dengan demikian, pedagang mau tidak mau harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen. "Faktor inilah menyebabkan harga cabai panjang merah keriting menjelang Ramandan melonjak, termasuk cabai rawit dari Rp 80.000 menjadi Rp 100.000/kg.(*)