Siapkan PP Penyerapan Gabah dengan Harga Rp 6.500, Prabowo: Kesejahteraan Petani Harus Naik!

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 3 Februari 2025 | 19:47 WIB
 Prabowo saat melakukan inspeksi dadakan atau sidak ke Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (3/2).
Prabowo saat melakukan inspeksi dadakan atau sidak ke Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (3/2).

Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Presiden RI Prabowo Subianto tegaskan siap mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Pemerintah (PP) terkait penyerapan gabah kering panen dengan harga Rp 6.500 per kilogram agar tidak ada lagi pengusaha penggilingan padi yang membeli gabah petani di bawah harga tersebut.Baca Juga: Agresif Perluas Akses Energi Bersih, PGN Genjot Jargas Tahun 2025: Kejar 1 Juta Sambungan!

Hal itu Prabowo sampaikan saat melakukan inspeksi dadakan atau sidak ke Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (3/2).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo melaksanakan teleconference bersama petani, penyuluh pertanian, kepala dinas provinsi, Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) serta jajaran terkait lainnya di ruang SAS, Kementan.Baca Juga: Peringatan BMKG: Ini Tanda-tanda Awal Banjir Bandang dan Tanah Longsor!

“Petani kita adalah produsen, produsen pangan. Hidup mereka harus baik, kesejahteraan mereka harus meningkat,” tegas Prabowo.

“Karena itu pemerintah Republik Indonesia sudah menetapkan harga gabah, harga gabah kering panen yang dibeli dari petani adalah Rp 6.500. Saya siap keluarkan PP,” lanjutnya.

Prabowo pun dengan tegas mengatakan bahwa pemerintah tidak main-main soal kesejahteraan petani.Baca Juga: Rupiah Terus Merosot dan Dolar Tembus Rp16.400: Presiden BJ Habibie Pernah Bikin Rupiah Menguat saat Masa Pemerintahannya!

“Saya tidak main-main ini. Ini adalah masalah kebangsaan. Pengusaha harus untung, tapi tidak bisa untung seenaknya,” imbuhnya.

“Semua pihak harus menang. Produsen, petani, pegusaha, dan konsumen. Kalau negara lain bisa, Indonesia harus bisa juga,” sambungnya.

Prabowo pun menekankan bahwa pangan Indonesia harus aman untuk menjadi negara maju. Ia juga mengimbau semua pihak, termasuk pengusaha, untuk dengan hati yang tulus agar setia kepada tujuan ini.Baca Juga: Barbie Hsu Pergi Meninggalkan DJ Koo untuk Selamanya, Hanya 5 Hari Sebelum Perayaan Anniversary Pernikahan ke-3

“Kalau tidak mau, ya sudah, tutup saja, tidak usah bikin penggilingan padi. Saya ambil alih. Negara akan ambil alih penggilingan padi. Saya katakan ini masalah hidup dan mati. Ini masalah survival,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan komitmen pemerintahannya untuk selalu berpihak kepada petani. Salah satunya adalah dengan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen Rp 6.500 per kilogram.

Prabowo mengatakan pemerintah serius dengan kesejahteraan petani sehingga pihak yang tidak melaksanakan aturan ini akan ditindak tegas.Baca Juga: Ungkap Tanda-tanda Kiamat, Bill Gates Singgung Indonesia, Soal Apa ya?

"Saya sudah tahu cara-cara untuk orang kecil, orang tidak berdaya selalu dikorbankan. Kali ini pemerintah akan bertindak. Saya mengimbau semua pihak, terutama teman-teman dari penggilingan padi," tegas Prabowo.

"Saya kira banyak yang penggilingan padi di daerah-daerah yang sudah menyesuaikan. Tapi ada beberapa mungkin yang mau coba main-main sama pemerintah Indonesia. Berapa besar pun penggilingan padi itu, kalau main-main, saya akan tindak," sambung dia.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X