Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Ribuan hektare kebun kepala sawit milik masyarakat tidak produktif lagi di Bengkulu Utara, Bengkulu pada tahun 2025, dilakukan peremajaan melalui program replanting guna meningkatkan kesejahteraan petani sawit di wilayah ini.
Kebun sawit yang dilakukan pemeremajaan tersebut, milik warga Desa Sumber Mulya, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara. Penanaman perdana program replanting kebun sawit di Desa Sumber Mulya, dilaksanakan, Kamis (30/1/2025).
Bupati Bengkulu Utara Mian mengatakan, realisasi replanting kebun sawit sejak 2017 hingga 2024, di daerah ini sudah mencapai 6.600 hektare dengan jumlah penerima manfaat program replanting sebanyak 3.200 petani.
Baca Juga: Sembilan Puskesmas di Kota Bengkulu Disiapkan Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis
"Target kita semua petani di Bengkulu Utara menanam sawit dengan bibit berkualitas, pelaksanaan kultur teknisnya baik, sehingga hasil panennya sesuai yang diharapkan masyarakat," tambah Wakil Gubernur Bengkulu terpilih ini.
Produksi kebun kelapa sawit petani di Bengkulu, kata Mian saat ini rata-rata 10 ton/hektare/tahun. Untuk meningkatkan produksi hasil panen, pemerintah membiayai mulai peremajaan kebun sawit rakyat mulai dari pembibitan hingga perawatan agar hasil panen 5 tahun ke depan dapat maksimal.
"Program replainting kebun sawit ini dibiayai pemerintah melalui BPDPKS dengan pemupukan, perawatan dan bibitnya bagus. Insya Allah 5 tahun kedepan produksinya bisa mencapai 36 ton/hektare/tahun bisa dicapai," tambah Mian.
Baca Juga: BKSDA Bengkulu Tarik Perangkap Harimau Sumatera di Wilayah Mukomuko
Dengan hasil produksi yang tinggi ini, diharapkan kesejahteraan petani sawit di Bengkulu Utara akan lebih meningkat lagi dari yang sudah dicapai selama ini, sehingga mereka dapat hidup lebih layak lagi.
Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara Desman Siboro mengatakan, program replanting sawit dan tumpang sari jagung adalah program strategi nasional sekaligus kedaulatan pangan. "Tujuan program ini untuk membangkitkan kembali semangat petani kita dengan memanfaatkan program nasional," ucap Desman.
Dalam realisasi program replanting dalam satu hektarenya mencapai 135 batang bibit sawit. "Hari ini ada 1 hektare yang kita replantingkan dengan bibit 135 batang/hektare dengan ukuran 9 kali 9 meter," tambahnya.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Perbakin Bengkulu Gelar Penataran dan Sertifikasi Pelatihan Nasional
Kedepannya program replanting akan dilakukan tumpang sari dengan padi gogo sebagai wujud program swasembada pangan. "Kedepannya harus dilakukan tumpang sari dengan padi gogo. Harapannya dari program replanting dapat meningkatkan produksi masyarakat dari bibit yang berkualitas," tambahnya.
Surip, petani Desa Air Sekamanak, sebagai penerima manfaat program replanting mengucapkan rasa terimakasih kepada pemerintah telah membiayai peremajaan kebun sawit miliknya.