Semarang, SUARA PEMBARUAN – Industri reksa dana Indonesia menunjukkan kinerja impresif sepanjang 2025. Dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) reksa dana tercatat melonjak 35,06% menjadi Rp679,24 triliun dari Rp502,92 triliun pada akhir 2024.Baca Juga: PGN Borong PROPER Emas dan Hijau, Bukti Komitmen Energi Berkelanjutan
Secara keseluruhan, total dana kelolaan investasi juga meningkat 25,19% dari Rp804,87 triliun menjadi Rp1.007,65 triliun, menandai capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir setelah periode pertumbuhan yang cenderung stagnan.
Seiring dengan tren positif tersebut, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menggencarkan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026) yang diawali dengan kegiatan Road to Pekan Reksa Dana 2026 di berbagai kota, termasuk Semarang pada 9 April 2026.Baca Juga: Dividen Jumbo dan Nakhoda Baru, Sido Muncul Tancap Gas Ekspansi Global
Profil Investor Masih Konservatif–Moderat
Pertumbuhan AUM pada 2025 didorong terutama oleh kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap, diikuti oleh Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Terproteksi, dan Reksa Dana Saham. Sementara itu, Reksa Dana Indeks menjadi satu-satunya jenis yang mengalami penurunan, mencerminkan karakteristik investor Indonesia yang masih cenderung konservatif hingga moderat.
Berdasarkan data Pasardana.id, kinerja terbaik sepanjang 2025 dicatat oleh Reksa Dana Saham dengan imbal hasil 17,23%, disusul Reksa Dana Campuran sebesar 12,48%, Reksa Dana Pendapatan Tetap sebesar 6,96%, dan Reksa Dana Pasar Uang sebesar 3,18%. Capaian tersebut sejalan dengan performa positif pasar saham nasional, yang tercermin dari pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 22,13% pada periode yang sama.Baca Juga: Relokasi Pedagang di Kawasan TPI Pulau Baai, Kota Bengkulu Berjalan Aman dan Tertib
Dari sisi jumlah investor, tren pertumbuhan juga terus berlanjut. Data Single Investor Identification (SID) dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa jumlah investor reksa dana mencapai 19,2 juta pada akhir 2025, meningkat 3,23% dibandingkan 18,6 juta pada tahun sebelumnya.
Menariknya, lebih dari separuh investor—yakni 54,24%—berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya investasi sejak dini.Baca Juga: Sampah Antariksa Jatuh ke Wilayah RI, Dosen UGM Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus
Sebagai organisasi yang menaungi enam asosiasi pelaku industri pengelolaan investasi, APRDI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Self Regulatory Organization (SRO) untuk memperluas literasi dan inklusi reksa dana di Indonesia. Roadshow Road to Pekan Reksa Dana 2026 digelar di lima kota besar, yakni Surabaya (7 April), Semarang (9 April), Medan (14 April), Makassar (16 April), dan Bandung (20 April).
Di Semarang, kegiatan edukasi dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah serta sejumlah perguruan tinggi yang memiliki Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Universitas PGRI Semarang, BINUS University Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas Dian Nuswantoro.Baca Juga: Jogja Food & Beverage Expo 2026: Penguatan Peran Industri Makanan-Minuman sebagai Penggerak Ekonomi
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, APRDI akan meluncurkan program PINTAR Reksa Dana, kampanye #ReksaDanaAja, serta Pekan Reksa Dana 2026 pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Ketua Panitia SOSEDU APRDI 2026, Gresia Kusyanto, menjelaskan bahwa kampanye #ReksaDanaAja merupakan langkah nyata industri dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi reksa dana. Kegiatan di Semarang mencakup kelas edukasi bagi jurnalis dan mahasiswa, serta kompetisi nasional berupa lomba penulisan artikel dan pembuatan konten Instagram Reels.Baca Juga: Viral! Korban Pelecehan Jadi Tersangka, Warganet ‘Segel’ Kantor Pos Pagar Alam
APRDI menyiapkan total hadiah hingga Rp55 juta bagi para pemenang, yang akan diumumkan pada 17 Juni 2026. Seluruh karya peserta harus dipublikasikan selama periode Pekan Reksa Dana 2026, yaitu 25 April hingga 1 Mei 2026.
Artikel Terkait
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
Ketua Mahkamah Agung Ambil Sumpah Tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK
OJK dan Bareskrim Bongkar Kasus BPR di Malang, Tersangka Dibekuk di Stasiun Gambir
OJK, BEI, dan KSEI Tuntaskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia
OJK Terbitkan Panduan Media Sosial Perbankan Guna Perkuat Tata Kelola Digital Industri Bank