Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Content creator Jerhemy Owen membagikan pengalaman uniknya dalam mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan bangunan. Melalui unggahan Instagram pribadinya pada 30 Januari 2026, ia memperlihatkan proses pembangunan pabrik mini yang dilapisi papan dari limbah sachet.Baca Juga: Polemik Tumpang Pitu Memanas, Pengamat Desak Pemeriksaan Azwar Anas soal IUP
Dalam video tersebut, Jerhemy menunjukkan papan daur ulang yang digunakan sebagai pelapis tembok dan atap bangunannya. Ia mengajak publik untuk melihat potensi besar sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai. Menurutnya, sampah sachet ternyata bisa diolah menjadi material konstruksi yang fungsional.
Ia juga memperlihatkan hasil akhir dinding pabrik mini yang tampak estetik sekaligus hemat biaya. Jerhemy mengaku terkesan dengan tampilan bangunan yang terlihat modern meski berasal dari limbah plastik.Baca Juga: Bangun Komunikasi Berdampak dan Bermakna, PNM Borong Tiga Penghargaan PRIA 2026
Jerhemy mengungkapkan bahwa papan yang digunakan merupakan produk bermerek Alduro, yang terbuat dari daur ulang plastik multilapis. Material tersebut diklaim memiliki berbagai keunggulan, seperti tahan air, kedap suara, tidak mudah berkarat, serta membantu menjaga suhu ruangan tetap sejuk.
Ia menilai penggunaan material ini menjadi langkah konkret untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah sachet sebagai bahan bangunan, secara tidak langsung turut mengurangi sampah di jalan, sungai, hingga tempat pembuangan akhir.Baca Juga: TNI AD Gerak Cepat Bersihkan Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan
Jerhemy juga menyampaikan kekagumannya terhadap hasil bangunan pabrik mini yang dinilai keren dan sesuai harapan.
Sebagai informasi, Alduro merupakan atap modern berbahan plastik multilapis berkualitas tinggi yang terdiri dari PE, PP, PET, Nylon, dan Aluminium. Material ini diproses menggunakan teknologi laminasi tanpa perekat berpelarut sehingga ramah lingkungan, kuat, dan tahan lama. Desain gelombangnya juga dirancang untuk mencegah kebocoran serta memperlancar aliran air hujan.Baca Juga: Operasi Keselamatan Candi 2026: Polda Jawa Tengah Catat 51 Ribu Pelanggaran, Mayoritas Usia Muda
Dari sisi performa, Alduro bersifat opaque atau tidak tembus cahaya sehingga mampu mengurangi panas dan silau matahari serta menjaga privasi. Hal ini menjadi keunggulan dibandingkan asbes yang meski murah dan ringan, dinilai berbahaya bagi kesehatan karena bersifat karsinogenik dan mudah pecah.
Dibandingkan material modern seperti spandek, galvalum, atau UPVC, asbes juga kalah dari segi daya tahan, keamanan, dan estetika. Sementara Alduro dirancang untuk melengkapi konsep hunian modern maupun bangunan komersial dengan pilihan warna bertekstur alami.Baca Juga: Jalan Pertobatan Menuju Masyarakat Sejahtera
Produk ini juga tersedia secara daring melalui berbagai marketplace, sehingga memudahkan masyarakat yang ingin beralih ke material bangunan ramah lingkungan.Baca Juga: Kokam DIY Konsolidasikan Kekuatan, Tegaskan Perlawanan terhadap Miras Ilegal dan Premanisme
Artikel Terkait
Cegah Antrean Truk Pengangkut Sampah, Pemkot Bengkulu Bangun Jalan Menuju TPA Air Sebakul
Sampah Organik Yogya Wajib Dikelola di Kelurahan mULAI 2026
Tukar Botol Jadi Pulsa, Indosat Gandeng POLINES Dorong Gerakan Pilah Sampah
Pemkot Bengkulu Tarik Retribusi Kendaraan Angkut Sampah Swasta di TPA Air Sebakul
Sopir Angkutan Sampah di Kota Bengkulu Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan