Sampah tersebut akan didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan yang bernilai ekonomi, sekaligus memberdayakan komunitas UMKM lokal.
Direktur POLINES, Dr. Garup Lambang Goro, S.T., M.T., mengapresiasi inisiatif Indosat yang dinilai mampu memotivasi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.Baca Juga: Natal di Tengah Banjir, Santa Claus Hadirkan Harapan di Posko Pengungsian
Ia menilai teknologi digital memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan sampah modern yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2022, JagaRaya PilahBox telah hadir di berbagai kota di Indonesia, seperti Bogor, Semarang, Medan, Makassar, dan Mataram.Baca Juga: Libur Nataru, IFG Siapkan Perlindungan Lengkap untuk Mobilitas Masyarakat
Hingga 2025, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 113.000 botol plastik atau setara dua ton sampah, dengan hampir 2.000 partisipan terlibat.
Indosat menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kehadiran JagaRaya PilahBox di POLINES menjadi bukti konkret kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dalam mendorong masa depan lingkungan yang lebih baik bagi Semarang dan Indonesia.*Baca Juga: Ketika Asongan Naik Kapal: Menata Ulang Wajah Angkutan Laut Penumpang
Artikel Terkait
Indosat Perkuat Benteng Anti-Scam Berbasis AI, Lindungi Jutaan Pelanggan dari Serangan Digital
Indosat SIGAP Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir–Longsor di Padang Pariaman
Indosat Gerak Cepat Pulihkan Jaringan dan Salurkan Bantuan di Aceh–Sumatera Pasca Banjir Longsor
AIvolusi5G Melaju di Jateng–DIY, Indosat Perluas 5G hingga 22 Kecamatan dan 99% Populasi Semarang
NATARU Tanpa Putus Sinyal: Indosat Perkuat Jaringan Berbasis AI di Jateng–DIY