Belanja K/L: Rp686 triliun, turun 2,5 persen.
Belanja non-K/L: Rp702,8 triliun, naik 5,6 persen.
Transfer ke daerah: Rp571,5 triliun, meningkat 1,7 persen.
Keseimbangan Primer Surplus
Dengan perkembangan tersebut, APBN 2025 hingga Agustus masih mencatatkan surplus keseimbangan primer sebesar Rp22 triliun. Hal ini menunjukkan penerimaan negara masih cukup untuk menutup pengeluaran di luar pembayaran bunga utang.
“Defisit APBN Rp321,6 triliun atau 1,35 persen PDB, sementara keseimbangan primer masih Rp20,6 triliun,” tegas Purbaya.
Artikel Terkait
Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran, DPRD Kota Bengkulu Tetap Reses Serap Aspirasi Masyarakat
Pemerintah Terapkan Skema Baru Penyaluran Tunjangan Guru ASN Daerah, Anggaran 2025 Capai Rp66,92 Triliun
Anggaran Belum Cair, Pelaksanaan PORPROV Bengkulu Tahun 2025 Ditunda
Kemendagri Apresiasi Pemprov Bengkulu Lakukan Efisiensi Anggaran
Perbaikan Jalan Ketahun–Napal Putih Ditargetkan Dinas PUPR Bengkulu Dua Tahun Anggaran