SIG Perkuat Aksi Hijau: Kelola Bahan Perusak Ozon, Cegah Radiasi dan Perubahan Iklim

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 18 September 2025 | 08:56 WIB

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Peringatan Hari Ozon Sedunia yang jatuh pada 16 September menjadi pengingat pentingnya menjaga lapisan ozon sebagai tameng bumi dari paparan radiasi ultraviolet (UV), khususnya UV-B.

 

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menunjukkan komitmen nyata dengan menghadirkan fasilitas pemusnah Bahan Perusak Ozon (BPO) pertama di Asia Tenggara yang berlokasi di Pabrik Narogong, Bogor, Jawa Barat. Selain itu, SIG juga mendorong penerapan teknologi ramah ozon, seperti penggunaan refrigerant dan alat pemadam api ringan (APAR) non-HALON di seluruh wilayah operasinya.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa fasilitas pemusnah BPO tidak hanya mendukung kelestarian ozon, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim. Pasalnya, BPO yang tidak dikelola berpotensi meningkatkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Melalui unit pengelolaan limbah berkelanjutan, Nathabumi, yang dioperasikan anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, SIG telah mengoptimalkan fasilitas pemusnah BPO sejak 2007.

 

Hingga kini, Nathabumi tercatat telah melayani 29 institusi pemerintah maupun swasta lintas sektor, mulai dari industri makanan-minuman, farmasi, kimia, energi, hingga minyak dan gas.

Data per Agustus 2025 menunjukkan Nathabumi telah memusnahkan 103,86 ton BPO, setara dengan pencegahan pelepasan 221.666 ton CO2 ke atmosfer. Senyawa yang dikelola mencakup halon dari pemadam kebakaran, refrigerant CFC/HCFC/HFC dari pendingin, serta SF6 yang digunakan pada peralatan listrik bertegangan tinggi.

Proses pemusnahan dilakukan dengan teknologi ramah lingkungan, menggunakan tanur semen bersuhu stabil hingga 1.500 derajat celsius, serta telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

SIG juga menjalankan inisiatif tambahan, seperti penerapan hydrogen injection dalam proses produksi semen yang membuat pembakaran lebih efisien dan menekan emisi N2O, zat kimia yang turut merusak ozon.

 

Selain itu, seluruh fasilitas operasi SIG kini menggunakan refrigerant non-CFC dan APAR non-HALON sebagai wujud nyata aksi hijau perusahaan.

“Menjaga lapisan ozon adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran fasilitas pemusnah BPO dan berbagai inovasi efisiensi energi yang kami terapkan menjadi kontribusi SIG dalam mengurangi dampak radiasi berbahaya sekaligus mendukung upaya global menghadapi perubahan iklim,” ungkap Vita Mahreyni.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X