Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Meskipun penyebab pasti kecelakaan belum diketahui, insiden jatuhnya pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik maskapai Air India langsung berdampak pada pasar saham, khususnya bagi Boeing.
Menurut laporan Reuters di hari yang sama, nilai saham Boeing di perdagangan pra-pasar Bursa Efek New York anjlok tajam sekitar 8 persen, menjadi 196,52 dolar AS atau sekitar Rp3,19 juta. Penurunan ini mencerminkan keprihatinan investor terhadap keandalan pesawat buatan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.
Chris Beauchamp, analis dari IG Group, menjelaskan bahwa respons pasar merupakan bentuk kekhawatiran yang mencuat kembali soal reputasi dan keselamatan produk Boeing.
Ia menyebut, kejatuhan harga saham merupakan reaksi spontan atas kecelakaan ini, terlebih Boeing tengah berusaha memulihkan kepercayaan publik setelah sejumlah masalah keselamatan dalam beberapa tahun terakhir.
Diketahui, pesawat naas yang membawa 242 penumpang itu jatuh beberapa menit setelah mengudara dari Ahmedabad menuju Bandara Gatwick, Inggris.
Otoritas kepolisian menyebut pesawat jatuh di area permukiman dekat bandara, namun belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban jiwa.*
Artikel Terkait
Laporan Keuangan Dinilai Tidak Transparan, Pemilik Saham PSIS Gugat PT Mahesa Jenar Semarang
Usai Ditinggal Pergi STY, Bagaimana Nasib Saham Rp267 Miliar Milik Raffi Ahmad di STY Foundation?
Bursa Saham Bergejolak, Menko Airlangga Hartarto Nilai IHSG Masih Negatif, tapi Sudah dalam Tren Positif
Tragedi Boeing 787 di Ahmedabad Perpanjang Rekam Duka Dunia Penerbangan India
Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI dalam Tragedi Jatuhnya Air India AI171 di Ahmedabad