Perampingan Karyawan PDAM Makassar Tak Bisa Dihindari, Setiap Bulan Rugi Rp126 Juta

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Jumat, 9 Mei 2025 | 23:35 WIB
Rekruitmen di 2022 sampai dengan 2025 bisa dipastikan bahwa itu semua bertentangan dengan ketentuan yang diatur oleh  Peraturan Direksi.
Rekruitmen di 2022 sampai dengan 2025 bisa dipastikan bahwa itu semua bertentangan dengan ketentuan yang diatur oleh Peraturan Direksi.

“Perlu kami tegaskan bahwa tidak ada unsur lain, tidak ada unsur pergantian kepemimpinan, tidak ada unsur politik, tidak ada unsur balas dendam dari kami yang pernah bertugas di PDAM dan kembali menjadi pelaksana tugas Dirut di PDAM,” tandas Hamzah menepis isu di masyarakat bahwa plt Dirut yang ada sekarang akan melakukan pembalasan.

Menurutnya, dalam mengambil keputusan telah beberapa kali mengadakan rapat pertemuan, bukan cuma bagian di PDAM tetapi juga petinggi-petinggi yang ada di Pemerintah Kota Makassar.

Tentu kebijakan ini sangat sulit, ada dua pilihan, apakah kita akan menyelamatkan perusahaan ataukah melakukan kegiatan yang pada akhirnya akan berhadapan dengan hukum.

Rugi Operasional Rp 7,5 miliar

Sementara itu, Plt Direktur Keuangan PDAM, Nanang mengatakan, satu hal yang dituntut dari PDAM adalah memberikan pelayanan yang terbaik untuk menyediakan air bersih bagi segenap warga, industri, hotel dan pusat niaga, ini sesuatu yang berat karena situasi PDAM sendiri sampai dengan bulan Maret 2025 sudah mengalami kerugian sekitar Rp5,5 miliar. Bahkan kalau mau ekstrem lagi untuk rugi operasional sudah mencapai Rp7,5 miliar.

Jadi, kalau dilihat dari situ ada total pendapatan lain-lain sebenarnya sekitar Rp2 miliar. Kalau ini tidak ada maka Rp 7,5 miliar itu yang menjadi kerugian PDAM dalam tiga bulan pertama 2025.

Kewajiban PDAM untuk menberikan pelayanan yang baik kalau kemudian rugi begini, kita tidak mempunyai dana untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Bagaimana kita bisa melakukan investasi memperbaiki jaringan dan lainnya kalau kita tidak punya uang.

Nanang mengatakan,jajaran manajemen sudah berinisiatif untuk memperbaiki kondisi tersebut. Kami menertibkan belanja-belanja operasional yang selama ini kami rasa cukup tinggi dengan melakukan pemotongan sampai 15 persen dari biaya-biaya tersebut, bisa juga  lebih atau kurang.

Jalan lainnya adalah melakukan negosiasi atas kontrak-kontrak yang ada, ini juga sudah dilakukan dan Alhamdulillah, sebagian besar dari vendor-vendor PDAM memberi dukungan positif bagi upaya yang kami lakukan.

Pada tahun ini kami targetkan untuk mengatasi kerugian tersebut dan kemungkinan sampai akhir tahun 2025r kondisi akan kembali membaik, katanya. (SP.news)

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X