Gubernur Jateng Jadi Sales ke 100 Investor 5 Negara, Jamin Tak Ada Premanisme

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 16 April 2025 | 08:42 WIB
Ahmad Luthfi usai menghadiri Indonesia Investment Summit di Swissotel PIK Jakarta, Selasa 15 April 2025.
Ahmad Luthfi usai menghadiri Indonesia Investment Summit di Swissotel PIK Jakarta, Selasa 15 April 2025.

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Bertemu 100 investor dari China, Malaysia, Singapura, Hongkong, dan Indonesia, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadi sales dadakan. Ia menawarkan "bedhol pabrik" pada investor untuk masuk ke Jateng.Baca Juga: 495 UMKM Naik Kelas dan Serap 1.869 Tenaga Kerja Berkat Pendampingan Rumah BUMN Rembang

Banyak keuntungan investor, jelas Ahmad Luthfi, jika berinvestasi di Jateng. Mulai dari keamanan karena tak ada premanisme, kepastian hukum, kemudahan tahapan perizinan secara online, ketersediaan tenaga kerja profesional, hingga hingga upah yang kompetitif.

Dukungan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menyasar pada infrastruktur pada 2025, dan swasembada pangan di 2026 disebutnya menjadi keuntungan bagi investor.Baca Juga: PGN Layani Kebutuhan Gas Bumi Tanpa Gangguan ke 818 Ribu Pelanggan Selama Satgas RAFI 2025

Pertama, mantan Kapolda Jateng itu menekankan bahwa di Jateng tak ada premanisme pada investor. Garansi jaminan keamanan dan kepastian hukum diberikan pada semua investor yang masuk di Jateng.

“Investor tidak boleh diganggu, tak ada premanisme. Malpraktek, premanisme minta-minta tidak boleh. Semuanya sesuai hukum," tegas Ahmad Luthfi usai menghadiri Indonesia Investment Summit di Swissotel PIK Jakarta, Selasa 15 April 2025.Baca Juga: 30 Persen Gedung SD dan SMP di Bengkulu Tengah Rusak, Perbaikanya Bupati Siap Berutang

Ia menegaskan, tidak boleh ada organisasi massa atau siapapun yang melakukan tindakan premanisme yang mengganggu investasi. Ia telah menerapkan hal itu semenjak aktif di kepolisian. Jika ada yang mengganggu, perusahaan bisa langsung melapor. "Lapor langsung boleh, apalagi rumah gubernur itu adalah rumah rakyat," tegasnya lagi.

Alasan lain mengajak bedhol pabrik ke Jateng adalah upah yang bisa dikompromikan secara tripartit antara perusahaan, buruh dan pemerintah. Hal itu sesuai dengan ketentuan hubungan industrial.Baca Juga: Jateng Tambah 105 SPPG Baru untuk Genjot Program Makan Bergizi Gratis

Ahmad Luthfi mengatakan, perihal perizinan semua dilakukan secara online. Aturan itu menghindari birokrasi yang berbelit dan permainan di "balik meja". Investor juga bisa memantau progres perizinan dan jika ada sumbatan maka bisa segera lapor. Di sisi lain kepala dinas siap mengawal perizinan tersebut.

Kondisi infrastruktur jalan, terutama jalur-jalur ekonomi juga menjadi prioritas perbaikan dan perawatan, sehingga distribusi barang akan lancar dan menguntungkan secara bisnis.Baca Juga: 85 Persen Pembangunan Jawa Tengah Andalkan Investasi

Sementara itu, Ketua Asian Trade Tourism and Economic Council (ATTEC), Budiharjo Iduansjah mengapresiasi langkah Gubernur yang siap dengan kehadiran investor. Kegiatan yang diprakarsai ATTEC itu menjembatani investor dengan semua daerah di Indonesia. "Jateng punya lahan sangat luas. Sangat tepat untuk industri apa saja," kata Budiharjo.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X