Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu Kritis, Pulau Enggano Terancam Terisolir

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 17:38 WIB
Rombongan pejabat Pemprov Bengkulu dan insntansi terkait menunjau alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.(Foto/Ist)
Rombongan pejabat Pemprov Bengkulu dan insntansi terkait menunjau alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu.(Foto/Ist)

Sementara itu, Kepala Supervisi PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Bengkulu, Radmiadi membenarkan kondisi Pendangkalan alur pelabuhan yang menurutnya sudah terasa sejak Januari 2025.

"Pendangkalan alur pelabuhan sudah kami rasakan sejak Januari 2025 ketika kapal ferry Pulo Telo memiliki panjang 16 meter kesulitan keluar pelabuhan. Lalu pada Maret kapal angkutan sama sekali tak bisa berlayar," ungkap dia.

Ia menyebutkan pelayaran berhenti total akibat sedimentasi pasir. Pada bulan sebelumnya kapal masih bisa berlayar dengan cara zigzag keluar pelabuhan namun saat pasang laut namun sekarang tidak bisa dilakukan karena sebelah kanan alur akan membentur batu, sebelah kiri akan menghantam pasir.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pengunjung Saat Idulfitri, BPBD Kota Bengkulu Dirikan Posko Siaga Bencana di Pantai Panjang

"Beberapa hari lalu ada kapal yang kandas di sebelah kiri alur pelabuhan karena mencoba zigzag padahal kapal itu ukuran lebarnya lebih kecil dari Pulo Telo," benernya.

Beberapa kali uji coba kapal keluar alur pelabuhan selalu gagal atas pertimbangan tersebut kapal Pulo Telo berhenti beroperasi. "Kami merasa kasihan dengan kondisi masyarakat Pulau Enggano karena tidak bisa melayani apalagi pada kondisi jelang lebaran seperti saat ini. Untungnya sepekan lalu kami masih berhasil kirim BBM dan Sembako," keluhnya.

Pendangkalan alur Pulau Baai menurutnya tidak saja berimbas pelayanan ke Pulau Enggano. Transportasi laut, barang yang keluar masuk Bengkulu juga terhenti. "Kapal suplai Pertamina juga tidak bisa masuk ke pelabuhan untuk kebutuhan Bengkulu jadi sekarang suplai BBM ke Bengkulu gunakan jalur darat semua. Begitu pula pengiriman ekspor batubara, komoditas lain dan CPO sawit ikut terganggu," sebut dia.

Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Pastikan Peningkatan Infrastruktur di Bengkulu Utara Tuntas Tiga Tahun

Respon Gubernur

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dalam "live tiktok" yang dilakukan pada Jumat (29/3/2025) mengatakan menerima keluhan dari berbagai kalangan terkait dangkalnya alur pelabuhan termasuk dari warga Pulau Enggano.

Ia mengatakan atas keluhan itu ia telah memerintahkan Penjabat Sekretaris Daerah menyiapkan surat status darurat terhadap Pulau Enggano. Surat tersebut akan dilayangkan ke pemerintah pusat.

"Gubernur sudah memerintahkan Pj Sekda untuk menyiapkan surat darurat atas Pulau Enggano selanjutnya surat akan ditujukan ke pemerintah pusat agar dapat dilakukan langkah-langkah cepat," sebutnya di Live tiktok.

Revitalisasi Pelabuhan

Gubernur juga menyebutkan pemerintah pusat dan provinsi akan melakukan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai pada April 2025 salah satunya yakni menyegerakan pengerukan alur pelabuhan yang mengganggu transportasi laut.

Baca Juga: Serahkan LKPD 2024, Pemprov Bengkulu Targetkan Raih Opini WTP

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X