Pengguna Hanya 6 Persen dari Total Market, Pemerintah Akan Masifkan Penggunaan Gas Bumi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 27 Maret 2025 | 12:13 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memantau ketersediaan energi menjelang Idul Fitri 2025 di wilayah Jawa Timur pada Selasa (25/3/2025).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memantau ketersediaan energi menjelang Idul Fitri 2025 di wilayah Jawa Timur pada Selasa (25/3/2025).

“Pelanggan di SOR III di area Kalimantan dan Sulawesi hampir 100.000 SR, Jateng hingga Jatim sekitar 200.000 pelanggan yang tersebar di 18 kabupaten dan 8 provinsi. Nah, ini kecil pak,” terang Arief Setiawan Handoko dihadapan Menteri Bahlil.

 

Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan jaringan gas bumi yag telah terpasang. Sampai dengan Februari 2025, jaringan pipa gas bumi yang dikelola PGN mencapai sekitar 8.970 kilometer (Km). Terdiri dari pipa PGN sepanjang 1.519 Km, pipa Jargas APBN-dikelola PGN sepanjang 5.434 Km dan pipa jargas APBN-dikelola PTGN sepanjang 1.954 Km.

 

Adapun harga jual gas bumi yang berlaku cukup bervariasi berdasarkan daerah. Untuk gas bumi pelanggan RT1 dan PK 1 dari Jateng hingga Sorong berada dikisaran Rp 4250 per m3 hingga Rp 6.500 per m3. Sementara harga jual gas untuk pelanggan RT2 dan PK2 mencapai Rp 6.000 per m3 hingga Rp 7.100 per m3.

 

“Dengan 310.201 pelanggan yang menggunakan jargas, berarti mereka tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Artinya kita bisa saving kurang lebih dalam satu tahun untuk satu sambungan rumah kurang lebih Rp 1 juta. Jadi dengan 310.201 sambungan kita bisa saving untuk subsidi 3 kilo sekitar Rp 310 miliar,” pungkasnya.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X