“Pelanggan di SOR III di area Kalimantan dan Sulawesi hampir 100.000 SR, Jateng hingga Jatim sekitar 200.000 pelanggan yang tersebar di 18 kabupaten dan 8 provinsi. Nah, ini kecil pak,” terang Arief Setiawan Handoko dihadapan Menteri Bahlil.
Hal ini diakibatkan oleh keterbatasan jaringan gas bumi yag telah terpasang. Sampai dengan Februari 2025, jaringan pipa gas bumi yang dikelola PGN mencapai sekitar 8.970 kilometer (Km). Terdiri dari pipa PGN sepanjang 1.519 Km, pipa Jargas APBN-dikelola PGN sepanjang 5.434 Km dan pipa jargas APBN-dikelola PTGN sepanjang 1.954 Km.
Adapun harga jual gas bumi yang berlaku cukup bervariasi berdasarkan daerah. Untuk gas bumi pelanggan RT1 dan PK 1 dari Jateng hingga Sorong berada dikisaran Rp 4250 per m3 hingga Rp 6.500 per m3. Sementara harga jual gas untuk pelanggan RT2 dan PK2 mencapai Rp 6.000 per m3 hingga Rp 7.100 per m3.
“Dengan 310.201 pelanggan yang menggunakan jargas, berarti mereka tidak menggunakan LPG 3 kilogram. Artinya kita bisa saving kurang lebih dalam satu tahun untuk satu sambungan rumah kurang lebih Rp 1 juta. Jadi dengan 310.201 sambungan kita bisa saving untuk subsidi 3 kilo sekitar Rp 310 miliar,” pungkasnya.*
Artikel Terkait
Kerahkan Satgas Nataru 2024, PGN Pastikan Kehandalan Penyaluran Gas Bumi ke Lebih dari 815.000 Pelanggan
PGN Pasok Gas Bumi di SPPG Gagaksipat Boyolali, Dukung 6.000 Porsi MBG per Hari
Kolaborasi PGN - TNI AD, Perketat Keamanan Penyaluran Gas Bumi Nasional
Transisi Energi ke Gas Bumi Masih Belum Ideal, BPH Migas: Percepatan Pembangunan Jargas Rumah Tangga Butuh Komitmen Pemda
Komitmen Dukung Pertumbuhan Industri Nasional, PGN Siapkan Pasokan Gas Bumi ke Kawasan Industri Jatengland