Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Musik sering kali menjadi ruang paling jujur bagi seorang seniman untuk menyampaikan isi hati. Hal itu pula yang dilakukan oleh Andri Permana, penyanyi asal Handil, Kalimantan Timur, yang lebih dikenal dengan nama panggung Andry Putha. Pada 20 Juli 2026, ia merilis dua single terbaru berjudul “Perihal Waktu” dan “Diperlukan Bukan Dipelukan”. Kedua karya ini menjadi penanda perjalanan kreatifnya sekaligus cermin dari pengalaman emosional yang ia tuangkan ke dalam lirik penuh makna.
“Perihal Waktu” hadir sebagai sebuah refleksi tentang kehilangan dan proses panjang untuk menerima kenyataan. Andry menuturkan bahwa waktu memang tidak bisa menghapus kenangan tentang seseorang, tetapi perlahan mengajarkan kita untuk terbiasa hidup tanpa kehadirannya. Lagu ini bukan sekadar kisah patah hati, melainkan sebuah pesan universal tentang bagaimana luka bisa berubah menjadi kekuatan. Dengan lirik sederhana namun menyentuh, Andry berusaha mewakili perasaan banyak orang yang pernah merasakan kehilangan.
Sejak masa sekolah menengah kejuruan, Andry telah menekuni dunia tarik suara. Kecintaannya terhadap musik membuatnya mantap memilih jalur karier sebagai penyanyi. Identitas musikalnya banyak dipengaruhi oleh genre pop dan Melayu, yang kemudian menjadi warna khas dalam setiap karyanya. Dalam “Perihal Waktu”, nuansa pop yang lembut berpadu dengan sentuhan emosional khas Melayu, menghasilkan komposisi yang mudah diterima telinga sekaligus menyentuh hati.
Menariknya, lagu ini merupakan ciptaan Andry sendiri. Ia menulis lirik berdasarkan pengalaman pribadi, menjadikannya otentik dan penuh kejujuran. Proses kreatif ini menunjukkan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana penyembuhan. Andry ingin pendengar merasakan bahwa setiap luka memiliki waktunya untuk sembuh, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit.
Selain “Perihal Waktu”, single “Diperlukan Bukan Dipelukan” juga dirilis bersamaan. Keduanya saling melengkapi, menghadirkan narasi tentang hubungan manusia, kehilangan, dan kekuatan untuk melanjutkan hidup. Andry menekankan bahwa karya-karya ini bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang lain yang sedang berjuang melewati masa sulit.
Setelah perilisan, Andry berencana mempromosikan lagunya melalui berbagai platform digital dan media sosial. Ia berharap karya ini dapat menjangkau lebih banyak pendengar di seluruh Indonesia. Baginya, musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perasaan, dan lewat lagu-lagu ini ia ingin berbagi kekuatan kepada siapa pun yang sedang terluka.
“Perihal Waktu” bukan hanya sebuah lagu, melainkan perjalanan emosional yang mengajarkan bahwa kehilangan tidak harus berakhir dengan keputusasaan. Justru dari luka, seseorang bisa menemukan kekuatan baru untuk melanjutkan hidup. Andry Putha telah membuktikan bahwa musik mampu menjadi medium penyembuhan, dan lewat karya terbarunya ia mengajak pendengar untuk percaya bahwa waktu, meski tidak menghapus kenangan, akan selalu memberi ruang bagi kita untuk bangkit. (Rohmat Yusuf)