Pencucian Benda Pusaka Kerajaan Gowa Batal Dilakukan

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Senin, 17 Juni 2024 | 14:46 WIB
Balla Lompoa, Istana Kerajaan Gowa, setiap Idul Adha biasanya ramai, Senin (17/62024) sepi. (SP.news)
Balla Lompoa, Istana Kerajaan Gowa, setiap Idul Adha biasanya ramai, Senin (17/62024) sepi. (SP.news)

MAKASSAR – Suarapembaruan.news, Ritual pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa yang saban tahun dilakukan di Balla Lompoa (Istana Kerajaan Gowa), Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (17/6/2024) batal dilakukan

Pembatalan tersebut menuai tanda tanya, apa yang terjadi di lingkungan kekerabatan Kerajaan Gowa dan Pemda Gowa sehingga ritual budaya yang dianggap masyarakat Gowa sebagai peristiwa sakral itu tidak terlaksana. Padahal, masyarakat sudah menunggu namun siang itu Balla Lompoa sepi dari kegiatan.

Informasi yang diperoleh SP.news dari Ketua Panitia Pelaksana Ikbal Daeng Tiro yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa mengatakan, prosesi budaya itu tidak batal, tetap dilaksanakan, misalnya pengambilan air dari Bungung Lompoa, pemotongan hewan dan persembahan kepada leluhur (Appidalleki) semua berlangsung sejak Minggu (16/6/2024) malam hingga Senin siang.

“Prosesi sudah berjalan, dan memang ada satu bagian yang tidak terlaksana yaitu Accera’ Kalompoang atau pencucian benda-benda pusaka kerajaan yang merupakan rangkaian ritual yang dilaksanakan bertepatan perayaan Idul Adha, Hal itu disebabkan karena kunci brankas tempat penyimpanan benda-benda pusaka tersebut belum ditemukan,” jelasnya.

Ada yang menyebut kunci itu dipegang oleh pihak Pemda Gowa namun ada juga yang mengatakan dipihak keluarga kerajaan. Semua masih berusaha mencari siapa yang memegang kunci brankas tersebut. Namun demikian karena Accera Kalompoang hanya bisa dilakukan pada Idul Adha, Senin (17/6/2024) maka dengan sendirinya jika kunci belum ditemukan, prosesi pencucian pun tidak bisa dilaksanakan hari ini.

Ikbal menambahkan, masalah tersebut memang sangat seksi dibawa ke rana politik, seolah-olah ada kesengajaan dan mengadu domba pihak Pemda dan Kerabat Kerajaasn. Padahal, sama sekali tidak ada itu, semua karena faktor teknis saja.

"Acara Accera Kalompoang tidak dilaksanakan hari ini bukan karena kesengajaan, hal itu karena kendala teknis, lemari brankas penyimpanan benda-benda pusaka kebesaran Kerajaan Gowa tidak bisa dibuka lantaran kuncinya belum ditemukan, sedangkan waktu pelaksanaan Accera’ Kalompoang hanya dilakukan pada Idul Adha saja, tidak pada hari lain," katanya.

Tradisi Accera’ Kalompoang berkaitan dengan kepercayaan mistis terhadap benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa. Sebagian besar benda pusaka pada museum Balla Lompoa tersimpan dengan teratur dan terawat. Benda Pusaka dibersihkan dengan mengadakan ritual adat khusus yang disebut Accera' Kalompoang, yaitu membersihkan barang-barang kerajaan dengan memberikan darah.

Pada mulanya, tradisi ini hanya dijalankan oleh pihak keluarga keturanan Raja-Raja Gowa kemudian berubah dengan melibatkan partisipasi Pemerintah Daerah Gowa setelah adanya kebijakan baru oleh Pemerintah Daerah dimana sejak 8 September 2016, Bupati Gowa merangkap sebagai ketua Lembaga Adat Daerah (LAD).  (SP.news/MK Said)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X