Malang, SUARA PEMBARUAN - Indonesia Creative Cities Network (ICCN) akan menggelar Indonesia Culture Festival 2026 pada 8–10 Juni 2026 di Malang. Festival ini mengusung konsep living museum yang menempatkan budaya bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari praktik hidup sehari-hari.
Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki Satari, menyampaikan bahwa ICF 2026 dirancang sebagai ruang budaya yang hidup dan berkelanjutan. Dalam konsep ini, budaya tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dialami, dipelajari, dan diwariskan melalui interaksi langsung antara tradisi, inovasi, dan kolaborasi lintas komunitas.
Festival ini akan menjadi wadah bagi seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, hingga generasi muda dari berbagai daerah. ICF tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga membangun keterhubungan antara budaya, lingkungan, ekonomi rakyat, teknologi, hingga edukasi dalam satu ekosistem terpadu.
Melalui pendekatan tersebut, ICCN berharap festival ini mampu memperkuat identitas lokal, memperluas jejaring budaya, membuka peluang ekonomi kreatif, serta mendorong keberlanjutan lingkungan. Budaya pun diposisikan sebagai energi masa depan yang relevan secara global.
Salah satu lokasi utama kegiatan berada di Boon Pring, di mana praktik budaya ditampilkan secara nyata, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga relasi sosial masyarakat.
Ketua Yayasan Lintas Batas, Seto Hari Wibowo, menilai pendekatan ini penting untuk mengubah cara pandang publik terhadap budaya. Menurutnya, budaya bukan hanya sesuatu yang dipertontonkan, tetapi sistem yang mengatur cara hidup, ekonomi, hingga hubungan manusia dengan alam.
Senada, Deputi Ekosistem Kreatif ICCN, Zandri Aldrin, menegaskan bahwa ICF dibangun sebagai sistem berkelanjutan, bukan sekadar agenda tahunan. Sementara Project Leader sekaligus Direktur Aktivasi Kebudayaan & Pusaka ICCN, Muhammad Anwar, menekankan bahwa dampak budaya akan terasa nyata jika dihidupkan dalam keseharian.
ICF 2026 akan diisi dengan berbagai aktivitas seperti workshop, diskusi, cultural residency, hingga forum Leader’s Talk yang membahas ekonomi budaya, penjenamaan kota, dan penciptaan ruang. Selain itu, tersedia pula sesi business matching dan penandatanganan kerja sama untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Artikel Terkait
ICCN Luncurkan E-Book “Retrospektif Kota Kreatif”, Rekam Jejak Inovasi Kota di Indonesia
ICCN Buka Open Call IP 2026, Kreator Diajak Kembangkan Karya ke Level Nasional
ICCN Buka Kolaborasi Riset, Ajak Akademisi Perkuat Data Kota Kreatif Indonesia
ICCN Soroti Polemik Jasa Kreatif, Dorong Regulasi Baru yang Lebih Adil dan Adaptif
ICCN Jakarta dan UNESA Jajaki Kolaborasi, Fokus Cetak SDM Industri Kreatif Unggul