regional

Jawa Timur Penuhi Kebutuhan Pangan 16 Provinsi di Indonesia

Rabu, 16 Oktober 2024 | 21:23 WIB
Provinsi Jatim mampu memenuhi kebutuhan pangan 16 provinsi di Indonesia. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Provinsi Jawa Timur, mampu mempertahankan posisinya sebagai produsen padi terbesar di Indonesia selama empat tahun berturut-turut dari tahun 2020 – 2023. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan 16 provinsi lainnya.

"Inilah salah satu sektor yang harus kita banggakan dan yang menjadikan Jawa Timur kuat sebagai lumbung pangan yaitu sektor pangan," ungkap Gubernur Jatim, Adhy Karyono dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia di Surabaya, Rabu (16/10/2024).

Adapun capaian produksi padi pada 2023, sebesar 9,71 juta ton gabah kering giling( GKG) setara dengan beras  5,6 juta ton. Di tahun  beras  surplus  2,5 juta ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan 16 provinsi lain di Indonesia.

Hal ini berkat kerja keras dan inovasi para petani, sehingga dapat menjaga pasokan pangan tetap stabil. Di sisi lain, Adhy menegaskan, meskipun Jatim memiliki produksi pangan yang surplus semua pihak diharapkan tetap bijak dalam memanfaatkan pangan karena masih ada masyarakat yang kekurangan pangan dan gizi. 

Menurutnya ke depan banyak sekali persoalan terkait lahan, sumber daya alam maupun manusia, perubahan cuaca ekstrem sampai dengan ancaman krisis pangan global yang menjadi tantangan. "Kita bertekad menjadi maju tapi tidak menghilangkan potensi dan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan," tegasnya.

Ia juga menuturkan untuk menghadapi ancaman krisis pangan global perlu dilakukan beberapa langkah diantaranya meningkatkan diversifikasi pangan, melestarikan alam sebagai _land of harmony_, sistem pertanian berkelanjutan yang inovatif dan kreatif, pengembangan pertanian berbasis keluarga berkelanjutan.

Sementara itu Plt. Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menyampaikan Jawa Timur sebagai sentra pangan nasional diharapkan mampu melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan upaya ketahanan pangan. Diantaranya penguatan terhadap ketersediaan pangan, dapat memastikan adanya pasokan dan stabilisasi harga.

Kemudian telah melakukan industri pangan yang bersumber dari karbohidrat, memastikan seluruh pangan yang beredar itu dijamin keamanannya layak untuk dikonsumsi, dan melakukan langkah-langkah konstruktif untuk menyelesaikan stunting dan daerah-daerah rawan pangan. (SPnews/TK)

 

 

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB