Baca Juga: Gencar GPM dan Pak Rahman, Semarang Jadi Kota IHK dengan Inflasi Terendah di Jateng
"Mau itu Rp 1.000, Rp 5.000 itu semua hasilnya (tebus suka-suka-red) akan Pemkot Semarang salurkan ke PMI," terangnya.
Mbak Ita menambahkan, untuk tebus suka-suka ini memakai sistem kupon yang diberikan kepada warga terdampak di kelurahan sasaran.
Baca Juga: Diduga Miras Sambil Berboncengan, Tiga Anggota Polres Supiori Tabrak Trotoar dan Meninggal
"Kemarin di Kecamatan Genuk, ada 450 pack beras Pemkot Semarang dan dari kecamatan ada 250 pack. Jadi ada 700 pack. Sedangkan hari ini di Gayamsari, ada 400 pack beras. Namun ada paket bantuan juga dari Semarang Berbagi, serta paket sembako gratis juga. Jadi ini di mix semua," terangnya.
Baca Juga: Anggota Polisi Kepalanya Dibacok Dengan Parang
Dirinya menyebut, tebus suka-suka ini secara tidak langsung bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Terlebih, ada pula kegiatan Pak Rahman (Pasar Rakyat Murah dan Aman).
"Dengan GPM dan Pak Rahman ini, bisa menekan inflasi, sehingga Semarang jadi kota IHK terendah di Jawa Tengah," pungkasnya.*