regional

Gunungan Oleh-Oleh UMKM DIY Pecahkan Rekor Dunia Dan MURI

Selasa, 5 Maret 2024 | 23:23 WIB
Gunungan Oleh-oleh setinggi 11 meter dari UMKM DI Yogyakarta memecahkan rekor MURI dan rekor dunia. (Ist)

 

 

Yogyakarta, suarapmbaruan.news – Gunungan Oleh-oleh setinggi 11 meter memecahkan rekor MURI dan rekor dunia bersamaan dengan Festival Teras Malioboro dalam rangkaian  peringatan HUT ke-2 Teras Malioboro yang berlangsung dari 1 Februari hingga 7 Maret 2024.

Gunungan yang terdiri dari produk kuliner, craft dan fashion hasil sumbangan dari lebih dari 3000 UMKM dan pedagang di kawasan Malioboro DI Yogyakarta tersebut, langsung mendapatkan piagam dari  perwakilan MURI, Sri Widayati menye pada Selasa (05/03/2024) di Teras 1 Malioboro.

Sekda DIY Beny Suharsono menjelaskan, pemecahan rekor ini merupakan bukti semangat para pelaku UMKM untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian Rekor Muri untuk Gunungan Oleh-oleh khas Jogja tertinggi dan terbanyak melibatkan 3000 UKM DIY. Ini merupakan bukti dari tekad, kerja kolaboratif, dan cita-cita besar kita semua,” ucap Sekda DIY.  

Teras Malioboro, telah menjadi ikon baru dan pusat ekonomi kreatif di Yogyakarta, menjadi rumah bagi para pedagang yang dulu berjualan di sepanjang jalan legendaris Malioboro. “Transformasi ini bukan sekadar perubahan fisik. Namun lebih kepada evolusi ruang kreatif yang menyediakan peluang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi local,” ucap Beny.

Dengan wujud Gunungan setinggi 11 meter itu, bisa dijadikan pemicu tenant yang lain untuk berkembang dan naik kelas.

Beny berharap, Teras Malioboro dapat terus berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif. Setiap elemen, dari pedagang fashion, aksesoris, kuliner, jasa pendukung, petugas keamanan, hingga pengunjung, dapat tumbuh bersama, menciptakan sinergi yang positif untuk kemajuan bersama.

Berdasar tema festival yakni “Neng, Ning, Nung, Nang”, tema tersebut mengingatkan masyarakat pada empat tahapan filosofis dalam perjalanan hidup manusia Jawa menuju kemenangan dan keberhasilan. Tema ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, selaku stakeholder di Teras Malioboro, untuk terus berjalan menuju keberhasilan.

Beny juga menyampaikan, Pemda DIY juga mulai melaksanakan program Renovasi Rumah Layak Huni tenant Teras Malioboro, sebagai bentuk kepedulian kepada tenant Teras Malioboro agar memiliki rumah yang memenuhi standar minimal rumah layak huni dan program ini dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM DIY bekerjasama dengan Dinas PUPR ESDM DIY serta didukung para sponsor.

Beny menyampaikan apresiasi pula pada pelaku UMKM, Pemerintah Kota Yogyakarta, praktisi, media, kampus, dan seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi dalam memajukan Teras Malioboro. Festival Teras Malioboro tahun ini diharapkan juga mendukung Peringatan Hari Jadi DIY Ke-269, juga membawa dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Teras Malioboro dan masyarakat DIY.

Ditambahkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi, festival ini sepenuhnya didanai oleh Dana Keistimewaan DIY. Acara digelar dengan tujuan merefleksi skema penataan sumbu filosofi yang terpadu, berkelanjutan dan humanis. Selain itu juga meningkatkan kolaborasi, kegiatan serta capaian inovasi bisnis di teras Malioboro di masa yang akan datang.

“Kami ingin antar tenant, pelaku usaha hingga antar instansi maupun antar wilayah memperkuat modal sosial di teras Malioboro. Hal ini dalam rangka mendukung misi kebudayaan di sumbu filosofis serta partisipasi pengembangan teras Malioboro dalam 2 tahun ini,” ujar Siwi.

Tenant di Teras Malioboro juga mulai diarahkan untuk melek teknologi digital. Saat ini, dirinya mendorong digitalisasi sistem perbankan pada metode pembayaran secara mobile. “Transformasi digital ini penting, untuk mengejar laju perkembangan teknologi yang semakin maju,” ucapnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Kajati Resmikan Kantor Kajari Bengkulu Tengah

Kamis, 23 Januari 2025 | 17:20 WIB