regional

Gunungkidul Kelebihan Hewan Kurban, Siap Kirim ke Daerah Lain

Kamis, 7 Mei 2026 | 17:13 WIB
Bupati Gunung Kidul Endah Subekti di pasar Siyono dok. TPID Gunung Kidul

Gunungkidul, SUARA PEMBARUAN – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyebut bahwa populasi sapi dan kambing untuk kurban di wilayahnya melimpah. Jumlahnya bahkan melebihi kebutuhan lokal, sehingga Gunungkidul siap memasok hewan kurban ke daerah lain, baik di dalam maupun luar DIY.

“Kami pantau langsung hari ini. Alhamdulillah, Gunungkidul surplus. Untuk sapi yang layak kurban, kami punya 11.000 ekor, sementara kebutuhan cuma sekitar 4.500 ekor. Untuk kambing, kebutuhan sekitar 16.000 ekor, tapi kami siapkan 26.000 ekor,” ujar Endah, Kamis (7/5).

Pernyataan itu disampaikannya usai meninjau Pasar Hewan Siyono bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY. Menurutnya, harga hewan kurban mulai naik, tapi belum terlalu signifikan. Harga sapi cenderung stabil dengan kenaikan tipis, sementara kambing sempat turun kini mulai merangkak naik.

“Harga sudah bergerak. Masih ada tiga kali jadwal pasar ke depan, jadi harga masih bisa berubah. Bisa makin mahal menjelang Iduladha, bisa juga lebih murah. Mudah-mudahan stabil dan tak jadi pemicu inflasi,” tambahnya.

Soal kesehatan ternak, Pemkab Gunungkidul menggelar sarasehan dengan menggandeng ahli dari UGM. Sekitar 300 ketua kelompok tani diedukasi tentang pemberian nutrisi dari tanaman agar ternak lebih sehat sebelum Iduladha.

“Selain edukasi, kami juga kerja sama dengan Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan UGM. Sekitar 100 dokter hewan akan kami turunkan saat pemotongan kurban, seperti tahun lalu,” jelas Endah.

Pasar Hewan Siyono menjadi pusat jual beli sapi di Gunungkidul, beroperasi setiap pasaran Wage. Menjelang Iduladha, sekitar 700 ekor sapi dan 700 ekor kambing diperdagangkan. Harga sapi hidup sekitar Rp45.000 per kilogram, sedangkan kambing Rp3–4 juta per ekor. Selain Siyono, transaksi kurban juga berlangsung di Pasar Hewan Semanu.

“Kami undang masyarakat DIY dan luar DIY untuk belanja hewan kurban ke Gunungkidul. Insya Allah ternak kami sehat, sudah diperiksa, dan rutin divaksin,” ajak Endah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menilai Gunungkidul siap mendukung daerah lain yang kekurangan hewan kurban. "Surplus sapi dan kambing di sini sangat baik untuk menjaga harga tetap stabil," ujarnya.

Usai pemantauan di Siyono, TPID DIY melanjutkan kunjungan ke peternakan domba Ayodya Farm. Pengelola farm, Arif Junaidi Arsono, mengaku fokus pada pembibitan domba impor. Meski begitu, mereka tetap melayani permintaan kurban.

“Tahun ini domba untuk kurban sudah habis. Kami jual sekitar 200 ekor dengan harga Rp100.000 per kilogram. Berat rata-rata 35–40 kg per ekor,” pungkas Arif.

 

Tags

Terkini